Winter (lahir 20 Maret 1972 dengan nama Rafael Antonio Lozano Jr.) adalah programer dan konsultan perangkat lunak lepas.[1] Winter sebelumnya dikenal dengan nama John Winter Smith, lalu mengubah nama sahnya menjadi Winter pada tahun 2006.[2] Ia dikenal karena berambisi untuk mengunjungi setiap kedai Starbucks di dunia[3] dengan frekuensi 29 kedai per hari.[4]
Latar belakang
Winter lahir di Chicago, Illinois dengan nama Rafael Antonio Lozano Jr. pada tanggal 20 Maret 1972. Keluarganya kemudian pindah ke Houston, Texas.[5] Ia kuliah di University of Texas at Austin dan lulus dengan dua gelar di bidang filsafat dan ilmu komputer.[6] Winter saat ini bekerja sebagai programer lepas.[7]
Starbucks
Pada tahun 1997, Winter mulai mengunjungi berbagai kedai Starbucks dan ingin mengunjungi setiap kedai Starbucks di dunia.[5] Untuk menekan jumlahnya, ia tidak menyertakan kedai berlisensi agar bisa fokus pada kedai yang benar-benar dimiliki oleh perusahaan Starbucks.[8] Di setiap kedai, ia minum "sedikitnya satu sampel kopi berkafein berukuran empat ons."[4] Ia juga mengambil foto dan memasangnya di situs web miliknya.[9]
Winter memperkirakan bahwa ia sudah menghabiskan $100.000 demi proyek ini.[10] Ia minum 10 cangkir kopi sehari dan pernah menghabiskan $1.400 untuk membeli tiket pesawat, lalu terbang demi secangkir kopi di sebuah gerai Starbucks di British Columbia sebelum resmi ditutup.[11] Per Januari 2011, Winter telah mengunjungi 10.000 gerai di seluruh dunia, termasuk 8.000 gerai di Amerika Serikat.[8][12]
Dokumenter
Tahun 2006, Winter menjadi subjek dokumenter Starbucking.[13][14]Starbucking disutradarai Bill Tangeman dan tayang perdana di Omaha Film Festival 2006.[15] DVD-nya dirilis bulan April 2007.[16] Tangeman merekam selama 40 jam dalam kurun satu tahun. Winter berkelana ke berbagai gerai Starbucks dan berinteraksi dengan orang-orang di sana,[17] termasuk seorang perempuan yang kemudian membina hubungan romantis dengan Winter.[18] Film tersebut mendapat sambutan hangat.[19]DVD Talk menulis bahwa meski "tidak perlu ditonton berulang-ulang", film ini 'layak ditonton".[20]