Pada tahun 1936, ia pergi bersama isterinya Maria Hofker-Rueter yang berprofesi sama dengannya ke Hindia Belanda dan tiba di Bali, tempat mereka banyak menghasilkan karya. Setahun penyerahan Jepang pada tahun 1945, PaSuTri itu kembali ke Belanda dan tinggal di Amsterdam hingga akhir hayat.