Saya mengusulkan adanya standardisasi dalam penamaan/penerjemahan partai politik agar tidak menimbulkan kebingungan. Contoh pada penamaan Partai Demokrat Sosial Austria, Partai Sosial Demokrat Ceko, Partai Sosial Demokratik Jerman. Padahal dalam bahasa Inggis, ketiga partai tersebut bernama Social Democratic Party of Austria, Czech Social Democratic Party, dan Social Democratic Party of Germany atau namanya sesama social democratic. Mohon dapat dipertimbangkan usulan ini. Terimakasih
Dengan analogi penerjemahan social media menjadi "media sosial", maka social democratic party seharusnya jadi "partai demokrat sosial". (coba baca: Hukum D-M) ·· Kℇℵ℟ℑℭK 10 Juli 2016 14.14 (UTC)
Seharusnya demikian. Mungkin di pedoman ini sebaiknya ditambahkan poin penggunaan Hukum D-M dalam penerjemahan ke bahasa Indonesia sehingga dalam penerjemahan berikutnya dapat disesuaikan dengan hukum D-M. Terima kasih John Bicara 10 Juli 2016 16.33 (UTC)
Sepertinya tidak perlu karena ini seharusnya pedoman umum dalam menerjemahkan istilah-istilah asing ke dalam bahasa Indonesia. ·· Kℇℵ℟ℑℭK 11 Juli 2016 13.21 (UTC)
Sudah saya pindahkan. ·· Kℇℵ℟ℑℭK 11 Juli 2016 13.21 (UTC)
Pengolahan citra
"Pengolahan citra" jika dihilangkan semua imbuhannya menjadi? 139.193.145.109 11 Juli 2016 09.19 (UTC)
Terjemahan "Various Artists"
Dalam hal musik, dikenal istilah "Various Artists" yang menandakan sebuah album (terutama kompilasi) dinyanyikan oleh lebih satu penyanyi. Padanan apa yang ada dalam bahasa Indonesianya ya? MaxiManuel111 (bicara) 23 Juli 2016 05.47 (UTC)
Antara kata "sarjana", "cendekiawan", "scholar" & "bachelor"
Saya lihat ada beberapa artikel, kata "scholar" dari bahasa Inggris diterjemahkan menjadi "sarjana". Padahal, yang namanya "sarjana" itu merupakan sebuah gelar perguruan tinggi yang dalam bahasa Inggris disebut "bachelor" sementara "scholar" tersebut sederhananya adalah untuk mengartikan orang pintar atau ahli dalam bidangnya bahkan digunakan untuk menyebut orang-orang zaman kuno bahkan sebelum perguruan tinggi itu ada. Saya sarankan bila penerjemahan-penerjemahan kata "scholar" ke "sarjana" diubah menjadi "cendekiawan" saja, berdasarkan pada pengamatan saya terhadap penggunaan kata tersebut untuk mengartikan kata "scholar" di Wikipedia bahasa Melayu. --Erik Fastman (bicara) 25 Juli 2016 08.36 (UTC)
Maksudnya tergantung pada konteks kalimat ya, Erik. Mungkin jika memiliki gelar akademik lebih tepat memakai kata sarjana. Sedangkan jika bidang non akademik bisa menggunakan ilmuwan atau cendekiawan. Sedangkan Ahli atau Pakar (expert) dapat digunakan untuk bidang apa saja. ibensis (What’s the Story?) 25 Juli 2016 10.35 (UTC)
Setuju dengan Erik, karena kalau berdasarkan Oxford Dictionary, kata scholar adalah A specialist in a particular branch of study yang terjemahan bebasnya kurang lebih Spesialis/Ahli dalam bidang pendidikan tertentu, dan kata bachelor adalah A person who holds a first degree from a university or other academic institution yang terjemahan bebasnya kurang lebih Seseorang yang menyandang gelar dari universitas atau institusi akademik. Jadi memang sebaiknya harus ada penegasan untuk menghindari bias pemahaman isi artikel. IMHO. Salam Tianstudioinc (bicara) 15 Agustus 2016 16.31 (UTC)
Pengalihan tokoh dengan judul "Syekh ..."
Karena Syekh merupakan gelar, saya usulkan artikel berikut dialihkan:
Saya setuju. Tambahan: karena kata yang baku adalah Syekh, alangkah baiknya apabila dapat sekaligus diseragamkan penggunaanya. ibensis (What’s the Story?) 26 Juli 2016 14.51 (UTC)
Siapapun mungkin paham dari akronim FAQ (bahasa Inggris). Namun, sebagai warga negara Indonesia yang baik, saya ingin menyarankan agar terjemahannya dalam bahasa Indonesia, Tanya Jawab Umum (TJU), mulai konsisten digunakan di setiap artikel wiki-wiki bahasa indonesia.
Terima kasih.