Halaman arsip Warung Kopi Jangan menyunting atau memberikan tambahan kepada halaman ini selain untuk tujuan pengarsipan.
Diskusi yang dilihat tidak mendapat komentar baru selama satu bulan akan dipindahkan ke halaman arsip ini.
Mengapa penerjemahan ini terkesan sembarangan?--Hanamanteo (bicara) 3 Juli 2013 03.40 (UTC)
Darimana dasarnya bernama asli Vienna dan Genewa? Austria dan Swiss berbahasa resmi bahasa Jerman, dalam bahasa Jerman ditulis de:Wien dan de:Genf. ‹›™15.10, 3 Juli 2013 (WIB)
Koreksi, Swiss ada empat bahasa resmi: Jerman, Perancis, Italia, dan Romansh (respectively, Genf, Genève, Ginevra, dan Genevra). — FarrasLa Poste 3 Juli 2013 15.49 (UTC)
Dan tidak satupun tertulis sebagai "Genewa". ‹›™23.28, 3 Juli 2013 (WIB)
Ada panduannya di sini --> Wikipedia:Pedoman penamaan#Nama geografis. Intinya, konsensus kita ialah untuk nama2 kota yang sudah sejak dahulu lazim diterjemahkan demikian dalam penerbitan2 di Indonesia, maka tetap mengikuti bentuk tersebut. Saya duga dulu itu penyerapannya ke Bahasa Indonesia tidak langsung dari bahasa setempat, melainkan melalui Bahasa Belanda. Salam, Naval Scene (bicara) 4 Juli 2013 01.55 (UTC)
Anda benar. Jadi, tidak ada "terkesan sembarangan?" -- Adiputraबिचर -- 4 Juli 2013 02.01 (UTC)
Selesai
Pengubahan judul
Ada beberapa judul artikel yang menurut saya perlu diperhatikan. Jikalau judul artikel di bawah ini pernah didiskusikan sebelumnya, maka sekarang saya mengungkitnya lagi. Anggap saja evaluasi penamaan artikel.
Maag. Kata ini tidak tercantum dalam KBBI. Kalaupun ada, paling-paling dipakai dalam ragam percakapan. Mungkin sebaiknya dipindahkan menjadi sakit lambung atau istilah kedokteran yang lebih tepat.
Jering. Lebih baik dipindahkan ke jengkol. Sama-sama bahasa Indonesia (yang diserap dari bahasa daerah), namun kata jengkol lebih sering didapati dalam media massa (cetak maupun elektronik), dan lebih dikenal oleh orang non-Jawa sekalipun (tentu karena alasan sebelumnya). Selain itu, dalam KBBI, penjelasan dimuat dalam lema jengkol.
Aksara Kaganga. Bisa dipindahkan ke aksara Rejang atau dibuat terpisah (materi tentang aksara Rejang dalam artikel tersebut dipindahkan untuk menjadi artikel tersendiri). Baca halaman diskusinya.
Mungkin ada artikel lain yang perlu diperhatikan. Sejauh ini hanya sebegini yang saya temui. -- Adiputraबिचर -- 30 Juni 2013 04.47 (UTC)
Ah ya, Jering vs Jengkol. Saya termasuk yang pro-Jering, karena bukan kata pungutan (bukan bahasa daerah), meskipun (sekarang) kurang populer. Saya mungkin bisa disebut termasuk "Melayuis" (orang yang sebisa mungkin mempertahankan istilah Melayu dalam bahasa Indonesia) meskipun kurang dikenal, jadi ini bukan alasan rasional juga:). Tapi kalau lebih banyak yang suka Jengkol saya akan ikut saja. Btw, di Malay Concordance Project bisa ditemukan jering sudah masuk naskah tertulis sudah lama (jengkol malah tidak ada). Gombang (bicara) 9 Juli 2013 13.52 (UTC)
P.S. Saya kira pemilihan istilah ini karena Tengku Syariful, pembuat artikel pertamanya, penutur bahasa Melayu (Pontianak?). Dan dia pengguna senior waktu itu, jadi tidak ada yang berani protes (mungkin:)) Lagipula Kembangraps yang biasa mengurus artikel tanam-tanaman juga setuju. Gombang (bicara)
Sebaiknya sikap cenderung ke pandangan tertentu dihindari. Pasti semua pengguna juga setuju. Di sini kita mencari yang lebih umum, agar lebih banyak yang tahu. Ada beberapa kata yang benar, tapi kita pakai saja yang mudah dikenali. Saya termasuk orang yang menggunakan istilah yang benar dan populer. Ambil contoh kata giant, bisa diterjemahkan jadi raksasa atau gergasi. Pasti sebagian besar orang cenderung memilih kata raksasa, meskipun gergasi juga boleh. Demikian. -- Adiputraबिचर -- 16 Juli 2013 02.02 (UTC)
Hal ini sudah sejak lama saya pikirkan tapi sekarang saya tanyakan mumpung habis mengutarakan evaluasi penamaan. Di KBBI ada daftar nama-nama negara di dunia. Jika ditelusuri antara KBBI dan Wikipedia Indonesia, maka akan ditemukan sejumlah perbedaan. Apakah Wikipedia akan mengikuti KBBI, atau tetap dengan judul versia Wikipedia? Berikut ini sejumlah perbedaan yang didapat:
Kesimpulan saya, KBBI bukan rujukan yang kredibel untuk nama-nama negara. Pada beberapa kasus seperti "Turkimenistan", sangat terlihat inkompetensinya. ꦱꦭꦩ꧀ ‑Bennylin「bicara」 17.44, 2 Juli 2013 (WIB)
Penulisnya para senior, jadi takut. Terima kasih. Midori (bicara) 1 Juli 2013 14.48 (UTC)
Lucunya, ada kalimat yang kontradiktif pada artikel pulpen. Lucunya lagi, hal itu terpelihara dan diskusinya mandek. -- Adiputraबिचर -- 1 Juli 2013 15.46 (UTC)
Untuk Chili menjadi Cile, menurut saya terlalu dipaksakan, dalam arti penggunaannya sangat jarang dan jika digunakan --menurut saya-- akan menjadi aneh dan tak lazim. Untuk sisanya, saya tidak (terlalu) bermasalah. Salam. Albertus Aditya (bicara) 1 Juli 2013 17.08 (UTC)
Sekadar pemberitahuan bahwa inilah rencana pemindahan beberapa artikel ke judul baru masing-masing.
Saya sudah tahu. Dalam diskusi itu sendiri masih menunggu kemunculan KBBI terbaru. Saya berharap ada tinjauan ulang. Kalau tidak bisa, yah, tidak apa-apa. -- Adiputraबिचर -- 2 Juli 2013 14.17 (UTC)
Untuk Greenland, sebaiknya saya sarankan untuk kata Tanah Hijau, mengacu pada Green=Hijau, Land=Tanah, bukan Grinlandia, mungkin mengapa tidak sekalian saja Thailand diubah namanya menjadi Tailandia?--Hanamanteo (bicara) 2 Juli 2013 05.02 (UTC)
Menarik. Sayangnya Anda tidak memberi rujukan mengenai nama Tailandia. -- Adiputraबिचर -- 2 Juli 2013 14.17 (UTC)
Ikut berpendapat. Khususnya untuk istilah2 agama Islam dari bahasa Arab, saya merasa serapan KBBI juga tidak cocok. Saya masih sedikit "kesal" juga ketika shalat secara dipaksakan diganti menjadi salat dgn alasan ejaan KBBI. Sebab dalam penyebutan sehari2 umat Islam Indonesia dan dalam penulisan di kitab suci oleh lajnah pentashih tidak dituliskan demikian. Jadi memang sebagian besar perlu distandarkan sesuai KBBI, tapi tidak semua. Demikian pendapat saya. Salam, Naval Scene (bicara) 2 Juli 2013 12.04 (UTC)
Dalam sistem penyerapan istilah ada yang diserap utuh dan ada yang disesuaikan dengan ortografi Indonesia. Mungkin ejaan shalat disesuaikan menjadi "salat" namun dalam pengucapan masih berkiblat ke pelafalan Arab. Saya sendiri menemukan beberapa istilah dalam agama Hindu ditulis mengikuti pelafalan Sanskerta namun umat Hindu Indonesia sendiri tidak melafalkannya demikian. Contohnya 'Syiwa'. Dalam KBBI dieja "Syiwa" (menurut ejaan Sanskerta Çiva), namun dalam kehidupan sehari-hari diucapkan "Siwa". -- Adiputraबिचर -- 2 Juli 2013 14.17 (UTC)
Ya itu lah Bung Adi, KBBI (Pusba?) tidak konsisten. "Shalat" dalam kehidupan sehari-hari diucapkan "shalat" tapi ejaannya jadi "salat". Sedangkan "Siwa" yang merupakan pengucapan sehari-hari, diejanya "Syiwa". Salam, Naval Scene (bicara) 4 Juli 2013 01.44 (UTC)
Nama kota di Dunia
Saya bingung mengapa di WBI sering terjadi adanya penerjemahan nama kota seperti:
Mengapa penerjemahan ini terkesan sembarangan?--Hanamanteo (bicara) 3 Juli 2013 03.40 (UTC)
Darimana dasarnya bernama asli Vienna dan Genewa? Austria dan Swiss berbahasa resmi bahasa Jerman, dalam bahasa Jerman ditulis de:Wien dan de:Genf. ‹›™15.10, 3 Juli 2013 (WIB)
Koreksi, Swiss ada empat bahasa resmi: Jerman, Perancis, Italia, dan Romansh (respectively, Genf, Genève, Ginevra, dan Genevra). — FarrasLa Poste 3 Juli 2013 15.49 (UTC)
Dan tidak satupun tertulis sebagai "Genewa". ‹›™23.28, 3 Juli 2013 (WIB)
Ada panduannya di sini --> Wikipedia:Pedoman penamaan#Nama geografis. Intinya, konsensus kita ialah untuk nama2 kota yang sudah sejak dahulu lazim diterjemahkan demikian dalam penerbitan2 di Indonesia, maka tetap mengikuti bentuk tersebut. Saya duga dulu itu penyerapannya ke Bahasa Indonesia tidak langsung dari bahasa setempat, melainkan melalui Bahasa Belanda. Salam, Naval Scene (bicara) 4 Juli 2013 01.55 (UTC)
Anda benar. Jadi, tidak ada "terkesan sembarangan?" -- Adiputraबिचर -- 4 Juli 2013 02.01 (UTC)
Selesai
Bantu memeriksa terjemahan
Adakah yang bisa membantu saya memeriksa terjemahan saya di artikel Albatros. Maklum bahasa inggris saya pas-pasan.
Mengapa di WBI ada artikel yang berjudul Dekret Presiden 5 Juli 1959, bukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959? Padahal masyarakat Indonesia, terutama ahli sejarah Indonesia, lebih mengenal kata dekrit daripada dekret. Lagipula bahasa Inggris dekrit adalah decree (baca:dekri).--Hanamanteo (bicara) 5 Juli 2013 04.01 (UTC)
Kalau menurut KBBI, pilihan kata yang benar dekret. Kalau dekrit tidak ada lemanya di sana. Salam, --Dede2008 (bicara) 5 Juli 2013 14.21 (UTC)
Tidak semua bahasa serapan ditelusuri jejaknya ke bahasa Inggris. Kalau dari bahasa Inggris, mungkin bakal diserap menjadi "dekri". Kata "dekret" mungkin saja dari bahasa Belanda decreet, karena dalam KBBI ditulis pelafalannya /dekrét/. -- Adiputraबिचर -- 6 Juli 2013 03.36 (UTC)
Tim penerjemah bahasa
Kalau saya lihat, banyak sekali artikel yang belum diterjemahkan dari bahasa asalnya, misalnya bahasa Inggris, bahasa Perancis, dan bahasa Melayu. Bagaimana kalau Wikipedia Bahasa Indonesia membuat tim penerjemah artikel? Ini adalah daftar artikel-artikel yang belum diterjemahkan:
Anggota tim yang tercantum dalam daftar di atas sebaiknya membantu menerjemahkan artikel yang perlu diterjemahkan. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih.--Hanamanteo (bicara) 9 Juli 2013 04.14 (UTC)
Karena bersifat sukarela, mungkin kinerja tim ini tidak akan efisian. Sebaiknya Anda mengajukannya di proyek wiki bersangkutan karena topik di Warung Kopi ini diarsipkan. Kalau dicantumkan di proyek wiki maka pesertanya dapat menyimak untuk seterusnya. -- Adiputraबिचर -- 16 Juli 2013 02.02 (UTC)
Nama Arab
Saya lihat, di WBI terdapat artikel tokoh Arab yang bernama justru seperti kebarat-baratan seperti:
Yasser Arafat, seharusnya Yasir Arafat atau Yassir Arafat, di artikel itu juga terdapat nama lengkapnya yaitu Mohammed Abdel Rahman Abdel Raouf Arafat al-Qudwa al-Husseini, padahal nama lengkap ini menurut Wikipedia:Pedoman penamaan/Tokoh adalah Muhammad Abdurrahman Abdurrauf Arafat al-Qudwa al-Hussaini.
Bolehkah saya mengisi parameter dalam kotak info (info box) menggunakan bahasa Indonesia, bukannya bahasa Inggris?--Hanamanteo (bicara) 31 Juli 2013 14.50 (UTC)
Semestinya begitu, karena ini Wikipedia ber-bahasa Indonesia Namun sayang belum semua templat {{Kotak info}} tersebut (parameternya) yang diterjemahkan kebahasa Indonesia. Jadi coba periksa dulu templatnya itu apa sudah diterjemahkan parameternya atau belum, karena kalau belum maka parameter yg menggunakan bhs Indonesia tidak akan dikenali infobox-nya. Salam. ‹›™22.15, 31 Juli 2013 (WIB)