Ini adalah konvensi pedoman penerjemahan nama fauna secara umum. Penerjemahan dapat dilakukan apabila tidak ada nama umum dalam bahasa Indonesia yang sesuai, sehingga perlunya penerjemahan dari bahasa asing yang tentunya harus memperhatikan diksi untuk menghindari adanya misinformasi, miskonsepsi, dan tidak aneh bagi penutur bahasa Indonesia.
Jenis terjemahan
Penerjemahan harfiah bergaya
Penerjemahan harfiah bergaya adalah metode lebih lanjut dan lebih baik dari penerjemahan harfiah, ketika suatu nama fauna diterjemahkan per kata kemudian diparafrase atau diubah diksinya secara semantik. Contohnya aplikasi penjejak spesies Kupu-Kupu Kupunesia, memadankan genus kupu-kupu Allotinus yang dikenal dengan nama Inggris darkie menjadi gelita serta genus kupu-kupu Eurema yang dikenal dengan nama Inggris yellowgrass menjadi alang-kuning.
Penerjemahan berpendekatan
Penerjemahan berpendekatan adalah suatu gaya terjemahan yang dilakukan dengan mengalihbahasakan suatu fauna dengan nama binatang lokal yang serupa atau kosakata dan diksi yang erat dengan masyarakat penutur. Contohnya burung puffin memiliki paruh kuning dan mantel hitam yang sangat mirip dengan burung beo, sehingga terkenal dengan nama beo-laut.
Ada pun genus burung asing Luscinia atau nightingale yang dikenal orang lokal sebagai sikatan londo (londo bermaksud asing dalam bahasa Jawa). Hal ini didasarkan pada karakter fisik dan corak bulunya yang mirip dengan burung sikatan yang ada di Indonesia. Sehingga kata sikatan londo sangat berpotensi sebagai bakal nama untuk semua spesies nightingale.
Pinjam terjemah
Terkadang dalam menerjemahkan harfiah suatu nama umum (terutama dalam bahasa Inggris) akan menghasilkan alih bahasa yang aneh dan tidak eufonis, sehingga meminjam terjemah adalah cara lainnya. Ini dilakukan dengan menerjemahkan sebuah kata atau frasa dari satu bahasa secara harfiah, kata demi kata, ke bahasa lain, menciptakan padanan baru yang meniru struktur bahasa sumber. Contohnya adalah kuda-nil untuk hippopotamus (dari bahasa Belanda,nijlpaard), anjing-laut untuk seal (dari bahasa Belanda, zeehond), monyet-sutra untuk marmoset (dari bahasa Jerman, Seidenäffchen), dan pingai-laut untuk murelet (dari bahasa Mandarin, 海雀)
Pahami konteks sumber
Konteks adalah latar belakang, situasi, atau kondisi yang memberikan makna dan kejelasan pada suatu kejadian, kalimat, atau informasi. Ini penting untuk menghindari ambiguitas, miskonsepsi, dan misinformasi.
Lesbia adalah genus burung Kolibri yang dalam bahasa Inggris disebut trainbearer sebaiknya jangan diterjemahkan menjadi pembawa kereta. Train di sini bukan bermaksud kereta, melainkan istilah astronomi yang berarti "jejak cahaya sementara di belakang meteor atau komet saat jatuh menembus atmosfer" . Merujuk informasi ini trainbearer dapat diterjemahkan menjadi kolibri ekor-komet.
Mesoplodon layardii yang dalam bahasa Inggris disebut strap-toothed whale lebih baik jangan diterjemahkan menjadi paus gigi-tali. Penerjemahan seperti ini menimbulkan persepsi bahwa paus ini memiliki gigi panjang dan lentur seperti tali. Jika diperhatikan baik-baik secara konteks, maksud strap di sini mengacu pada giginya yang melingkari hidung seperti tali pengikat moncong pada ternak. Merujuk informasi ini, strap-toothed whale dapat diterjemahkan menjadi paus gigi-berangus (berangus: selongsong moncong ternak).
Jangan terlalu terpaku pada nama umum bahasa Inggris
Jangan terlalu harfiah atau condong persis pada bahasa Inggris, permainan dan pemilihan diksi yang sedikit melenceng dari bahasa Inggris dapat dilakukan untuk menciptakan terjemahan yang tersampaikan bagi penutur asli bahasa Indonesia. Konteks juga harus diperhatikan untuk menghindari adanya miskonsepsi.
Mesoplodon ginkgodens yang dalam bahasa Inggris disebut gingko-toothed beaked whale lebih baik jangan diterjemahkan menjadi paus-paruh gigi-gingko. Gingko adalah sejenis pohon yang memiliki daun-daun berbentuk kipas dan tepian yang bergelombang. Merujuk informasi ini, gingko-toothed beaked-whale dapat diterjemahkan menjadi paus-paruh gigi-kipas. Istilah kipas lebih umum oleh penutur bahasa Indonesia daripada gingko, sehingga nama lebih alami bagi bahasa Indonesia.
Chaperina fusca yang dalam bahasa Inggris disebut saffron-bellied frog lebih baik jangan diterjemahkan menjadi katak perut-safron. Tiap bahasa memiliki persepsi dan cara pandangnya sendiri dalam menamai sesuatu, jika katak ini dilihat lebih jelas perutnya berwarna kuning dengan pola polkadot menyerupai bulir jagung. Merujuk informasi ini, saffron-bellied frog dapat diterjemahkan menjadi katak perut-jagung.
Chaetodon rafflesii yang dalam bahasa Inggris disebut latticed butterflyfish lebih baik jangan diterjemahkan menjadi kepe-kepe berkisi. Ikan ini berwarna kuning dan memiliki pola guratan kotak-kotak di tubuhnya menyerupai kulit nanas. Merujuk informasi ini, latticed butterflyfish dapat diterjemahkan menjadi kepe-kepe nanas.
Geococcyx adalah genus burung yang dikenal dengan nama roadrunner dan sebaiknya jangan diterjemahkan menjadi pelari jalan. Jika ditelisik, burung ini adalah keluarga dari burung kangkok (cuckoo) yang beberapa kelompoknya endemik Indonesia. Merujuk informasi ini, roadrunner dapat diterjemahkan menjadi kangkok pelari (runner cuckoo).
Galagidae adalah famili fauna arboreal yang dalam bahasa Inggris disebut bushbaby dan sebaiknya jangan diterjemahkan menjadi bayi semak. Jika nama hewan ini ditilik dalam berbagai bahasa, mayoritas bahasa (seperti bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Spanyol, dan banyak bahasa lain) mengambil nama asli dari hewan ini tinggal, yaitu galago. Merujuk informasi ini, menyerap galago sebagai padanan bushbaby adalah keputusan tepat. Lebih rinci lagi lihat: Wikipedia:Permintaan pendapat/Pedoman penamaan fauna (penyerapan)
Lissodelphis adalah genus lumba-lumba paus yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama right whale dolphin dan sebaiknya jangan diterjemahkan menjadi lumba-lumba paus kanan atau lumba-lumba paus tepat. Lumba-lumba paus ini tergolong lamban karena tidak memiliki sirip punggung sehingga para pemburu paus anglofon sering menjadikan lumba-lumba ini sebagai sasaran yang tepat (right) karena mudah ditangkap. Merujuk informasi ini, right whale dolphin dapat diterjemahkan menjadi lumba-lumba paus botak (botak mengacu pada ketiadaan sirip punggung).
Augastes adalah genus kolibri yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama visorbearer dan sebaiknya jangan diterjemahkan menjadi pemakai-topeng atau pemakai kedok. Burung ini disebut "visor bearer" karena kepala dan mukanya seolah-olah sedang memakai helm atau topeng. Merujuk informasi ini, visorbearer dapat dipadankan dengan kolibri-ketopong (ketopong: topi tinggi yang keras dan kaku yang dipakai sebagai perhiasan, merujuk pada kepalanya yg seolah-olah memakai helm dan jambul berhias tinggi)
Beberapa fauna dalam bahasa Inggris yang merupakan nama komposit atau gabungan jangan diterjemahkan mentah-mentah dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia memiliki konsep dan nama-nama fauna tertentu alih-alih terjemahan langsung dari Inggris, contohnya clownfish disebut ikan giru (bukan ikan badut), lionfish disebut ikan lepu ayam (bukan ikan singa) softshell turtle disebut labi-labi (bukan kura-kura cangkang-lunak), freshtwater dolphin disebut pesut (bukan lumba-lumba air tawar), horseshoe bat disebut prok-bruk (bukan kelelawar tapal kuda) dan lain sebagainya.
Hal yang perlu diterjemahkan
Nama orang, nama tempat, atau nama khas yang tidak bisa diterjemahkan tetap dipertahankan bentuk dan fonologinya (kecuali memang ada padanannya). Hal-hal yang perlu diterjemahkan utamanya adalah bagian deskriptif yang menerangkan perilaku, pola, dan anatomi yang menjadi ciri-ciri hewan tersebut. Lebih rinci lagi, lihat halaman Wikipedia:daftar padanan deskriptif fauna terstandar
Selain itu tanda hubung juga perlu diterapkan terutama untuk nama hewan berupa komposit dan bagian deskriptif yang sangat berisiko menimbulkan ambiguitas.
Burung dalam genus Sialia memiliki nama umum Inggris bluebird dan sebaiknya diterjemahkan menjadi burung-biru. Penulisan burung biru terkesan rancu dan hanya memberikan informasi "segala burung yang berwarna biru"
Platyrinchus mystaceus yang dalam bahasa Inggris disebut white-throated spadebill sebaiknya diterjemahkan menjadi paruh-sekop leher-putih. Penerjemahan tanpa tanda hubung mungkin akan menimbulkan kerancuan terhadap alat rumah tangga sekop sebenarnya.
Macroscelididae yang dalam bahasa Inggris disebut elephant-shrew sebaiknya diterjemahkan menjadi celurut-gajah untuk menghindari kerancuan dari hewan tunggal gajah dan celurut.
Gallus gallus yang dalam bahasa Inggris disebut red jungle fowl lebih baik diterjemahkan menjadi ayam-hutan merah. Penerjemahan tanpa tanda hubung mungkin akan menimbulkan miskonsepsi "ayam yang menghuni hutan merah" alih-alih "ayam penghuni hutan yang berwarna merah".
Hewan-hewan hibrida yang memiliki nama asing dari gabungan kedua nama hewan tersebut sebaiknya tetap dipertahankan dan jangan dibuat akronim versi Indonesia. Contohnya liger (hibrida harimau dan singa) tetap memiliki judul liger, tetapi pengindonesiaannya "simau" hanya boleh ditempatkan sebagai informasi tambahan di bagian utama halaman dan dijadikan pengalihan.
Silakan tanggapi proposal yang saya buat apakah layak untuk disetujui atau tidak. Jangan lupa berikan kritik, pendapat, dan saran yang mebangun.! Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 00.27 (UTC)
Komentar Taylor 49
Maaf, saya Tidak setuju dengan terjemahan harfiah seperti en:cowbird -> burung sapi (aneh) -> burung-sapi (aneh dan salah) nama umum dari bahasa Inggris untuk spesies yang bukan endemik di Indonesia. Juga, penggunaan garis hubung - yang diusulkan tidak sesuai dengan ejaan umum bahasa Indonesia, misalnya sebenarnya "lubang hitam", bukan "lubang-hitam". Tabel istilah zoologi dan anatomi yang diberikan di Pengguna:Manggisjeruk/Bak pasir cukup berguna ... seandainya terletak di wiktionary. Jika tidak ada istilah Indonesia, gunakan istilah Latin. Jangan gunakan istilah (nama umum) Inggris secara harfiah (tanpa terjemahan), dan jangan gunakan terjemahan harfiah istilah (nama umum) Inggris. Taylor 49 (bicara) 26 Januari 2026 20.11 (UTC)
Seharusnya penerjemahan harfiah tidak dianggap sebagai pembuatan istilah baru, karena sama saja dengan kita menerjemahkan terminologi teknis, seperti "Ufuk peristiwa" dari event horizon atau "lensa gravitasi dari gravitational lens. Asalkan semua kata dari suatu nama umum Inggris memiliki padanannya di Indonesia, sah-sah saja. ❮ANNAFscience❮Sort Horse-stall?❯❯ 27 Januari 2026 09.42 (UTC)
Konteks kebahasaan secara umum memang harus dibedakan dengan konteks secara ilmiah, nama-nama bergaris hubung ini bukanlah aturan yang mengada-ngada atau cuma bikin jelek saja. Coba anda buka situs web ini: https://avibase.bsc-eoc.org/checklist.jsp?region=ID. Itu adalah senarai nama-nama burung yang sudah disepakati oleh perhimpunan ornitologis di Indonesia.
Big spotted kiwi (Apteryx maxima) atau kiwi totol besar artinya bisa 1) kiwi dengan totol-totol besar 2) kiwi bertotol dengan ukuran tubuh besar. Maka dari itu perlu tanda hubung untuk mengurangi keramcuan, jadi lebih baik tulis kiwi-totol besar.
Cekakak-pita kecil (Tanysiptera hydrocharis) adalah burung endemis Indonesia dan jika ditulis tanpa tanda hubung bisa bermakna 1) cekakak dengan pita berukuran kecil 2) cekakak berpita dengan tubuh kecil
Biru-laut (genus Limosa) adalah burung migrasi tahunan di Indonesia, jika tanpa tanda hubung maka akan membuat kerancuan terhadap warna biru laut.
Aneh atau salah itu subjektif, banyak kok nama-nama hewan Indonesia yang polanya begitu. Contohnya burung unta, gagang-bayam, biru-laut, dkk.
Harusnya jika anda memahami inti dari usulan-usulan saya, anda bisa memahami bahwa tanda hubung ini bukan sekedar hiasan belaka atau menentang tulisan bahasa Indonesia pada umumnya. Apalagi usulan saya hanya membahas tentang fauna dan bukan ranah ilmiah lain yang menyangkut-nyangkut lubang hitam. Jika anda menyukai, hobi, atau mendalami hal-hal satwa, anda pasti tidak akan merasa aneh atau canggung lagi. Manggsijeruk 27 Januari 2026 10.55 (UTC)