Menimbang maraknya penggunaan kecerdasan buatan generatif (generative AI) di proyek Wikimedia, serta Wikipedia bahasa Inggris dan Jerman sudah menerapkan kebijakan serupa, maka saya memberi usul untuk menerapkan kebijakan terkait penggunaan generative AI di Wikipedia bahasa Indonesia. Anda bisa mengakses draf kebijakannya melalui pranala ini.
Melalui proposal ini, saya harapkan partisipasi rekan-rekan dalam memberikan masukan terhadap draf kebijakan ini. Semoga melalui proposal ini, penggunaan generative AI bisa lebih terkendali di Wikipedia bahasa Indonesia.
Menurut kalian berapa persentase toleransi untuk kecerdasan buatan agar sebuah artikel Wikipedia yang dibuat oleh pengguna tidak sepenuhnya mengandalkan kecerdasan buatan? 𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃📩 18 Februari 2026 05.22 (UTC)
Ini sudah dijelaskan dalam draf secara implisit. Jika merujuk ke draf, maka penggunaan kecerdasan buatan adalah sebagai alat bantu. Jadi.. untuk apa menentukan 'persentasi toleransi'? – S264[badhé ngobrol?] 18 Februari 2026 05.27 (UTC)
@Symphonium264 maka itulah saya menanyakan persentase toleransi yang diperbolehkan untuk penggunaan kecerdasan buatan karena tidak mungkin melarang total kan? Saya juga sependapat dengan anda yang menyebutkan penggunaan kecerdasan buatan sebagai alat bantu 𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃📩 18 Februari 2026 05.33 (UTC)
Kalau menurut saya rentang batas nya sekitar 30% - 40% mungkin bisa di toleransi namun tidak tahu untuk pendapat pengguna lainnya bagaimana 𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃📩 18 Februari 2026 05.34 (UTC)
Lho... penggunaan kecerdasan buatan itu bukan pendapat saya... itu sudah ditulis di dalam draf. Itu saja masih harus diparafrase atau diolah sedemikian rupa oleh kontributor itu sendiri. Jadi, hasil prompt jelas tidak digunakan. Jika Anda mengatakan persentasi toleransi untuk penulisan artikel dengan kecerdasan buatan, jelas dalam draf tidak diperbolehkan. Jadi.. untuk persentasi toleransi, konteksnya bagaimana dan seperti apa? – S264[badhé ngobrol?] 18 Februari 2026 05.36 (UTC)
Karena penggunaan kecerdasan buatan adalah sebagai alat bantu maka menurut saya tidak ada persentasi toleransi. Hasil kecerdasan buatan tidak boleh langsung salin tempel satu kata pun, harus ada pengolahan lebih lanjut oleh kontributor - Mrifqis713 (bicara) 18 Februari 2026 06.01 (UTC)
Bung @Badak Jawa untuk kebijakan dibuat umum. Toh juga tidak akan ada alat ukur untuk mendapat 'persentase toleransi'. Jadi, frasa alat bantu sebenarnya sudah mengakomodasi. Rahmatdenas (bicara) 23 Februari 2026 07.27 (UTC)
Deklarasi penggunaan Kecerdasan Buatan?
Apakah memungkinkan menerapkan aturan/kebijakan pada seorang kontributor untuk mendeklarasikan dirinya menggunakan kecerdasan buatan terhadap artikel yang dibuat/maupun halaman lain yang melibatkan kontributor di dalamnya? Radramboo (bicara) 18 Februari 2026 05.29 (UTC)
Menurut saya tidak diperlukan, karena dalam draf kebijakan menyatakan bahwa kecerdasan buatan sebatas alat bantu yang ujung-ujungnya kontributor harus tulis ulang dan periksa, ditambah dengan usulan penulisan artikel (baik artikel baru maupun pengembangan) tidak diperbolehkan menggunakan kecerdasan buatan. – S264[badhé ngobrol?] 18 Februari 2026 05.40 (UTC)
Pendeteksian penggunaan AI
Bagaimana cara mengetahui/mendeteksi suatu suntingan sebagai buatan AI? Apakah nanti akan ada pedoman tersendiri yang membahas cara membedakan suntingan manusia vs. AI? Terima kasih. Rinai Natsumi (bicara) 18 Februari 2026 06.47 (UTC)
Penambahan subbab ciri-ciri di halaman kebijakan ini sudah tepat. Jujur, saya baru ngeh kalau sudah ada WP:KPC terkait AI.
Saya sempat berpikir mungkin kita bisa membuat versi WBI dari halaman en:Wikipedia:Signs of AI writing, tetapi sepertinya untuk saat ini penjelasan dari KPC sudah cukup. Rinai Natsumi (bicara) 18 Februari 2026 21.09 (UTC)
@Rinai Natsumi, terima kasih pranala . Saya tertarik membantu menerjemahkan, mungkin kita bisa keroyokan. Rahmatdenas (bicara) 23 Februari 2026 07.29 (UTC)
Penatalaksanaan deteksi
Terima kasih telah mengusulkan kebijakan baru yang sangat diperlukan saat ini. Ada beberapa poin yang saya soroti dari bagian "Sanksi":
Maksud dari "... kontributor lebih dari dua kali kedapatan menggunakan kecerdasan buatan..." ini, apakah kontributor berarti sudah melakukan tindakan tersebut selama lebih dari dua kali? Atau kontributor ybs. mendapat keringanan berupa dua kali peringatan sebelum yang terakhir berupa pencekalan?
Jika setelah 3 bulan kemudian kontributor didapati melakukan hal yang sama, apakah kemudian dapat dilakukan pencekalan permanen?
Kemudian bagaimana tata laksana artikel yang terindikasi menggunakan kecerdasan buatan generatif? Apakah kontributor diminta untuk menulis ulang dengan jangka waktu tertentu yang apabila tidak dilaksanakan akan dikenakan sanksi tertentu pula?
Begini dulu dari saya. Jika hal-hal tersebut dirincikan, mungkin bagian "Sanksi" bisa diganti menjadi "Penatalaksanaan". Silakan rekan-rekan bisa memberikan usulan. Matur nuwun. – S264[badhé ngobrol?] 18 Februari 2026 07.06 (UTC)
@Symphonium264 terima kasih atas perhatiannya. Saya akan menjawab poin Anda sebagai berikut:
Pada bagian ini, sepertinya harus lebih saya perjelas lagi dan perbaiki agar tidak ambigu. Rencananya apabila terdapat kontributor yang tertangkap tangan pertama kali menggunakan generative AI, maka akan diberikan peringatan di halaman pembicaraan penggunanya. Jika tidak digubris (kedua kalinya), bisa diberikan peringatan terakhir di halaman pembicaraan penggunanya. Terakhir (ketiga kalinya), kontributor tersebut bisa langsung dilaporkan ke WP:PPP. Pengurus dapat memutuskan untuk memblokir kontributor tersebut selama 3 bulan apabila terbukti kedapatan menggunakan generative AI.
Benar sekali. Apabila kontributor tersebut masih melakukan hal yang sama setelah diblokir selama 3 bulan, maka dipertimbangkan dapat langsung dicekal selamanya oleh pengurus tanpa peringatan sama sekali.
Artikel yang dibuat oleh kontributor tersebut dapat diberi tag {{Dibuat menggunakan AI}}. Jika artikel tersebut tidak dikembangkan dalam waktu 2 minggu sejak diberikan tag, maka dapat langsung diberi tag {{hapus|U13}} agar dihapus oleh pengurus.
Semoga ini dapat menjawab pertanyaan Anda. Salam. Nohirara(bicara • kontribusi) 18 Februari 2026 14.20 (UTC)
Pertanyaan RaFaDa20631
Secara struktural, saya usul bagi jadi 2 bagian: Penggunaan AI LLM yang diperbolehkan serta Penggunaan yang tidak diperbolehkan, alih-alih pengecualian.
Terus saya juga mengusulkan larangan mengunggah berkas AI untuk mendeskripsikan subjek-subjek yang nyata-nyata ada, menggantikan potret nyata (termasuk potret tokoh, bangunan, dan juga alam). RaFaDa20631 (bicara) 18 Februari 2026 08.04 (UTC)
@RaFaDa20631 untuk bagian diperbolehkan dan tidak diperbolehkan, sebenarnya itu sudah terangkum dalam bagian ketentuan. Namun, cara penyampaiannya saja yang berbeda. Terkait usulan larangan menggunakan berkas AI, akan saya coba untuk perjelas bagian yang terkait dengan usulan Anda tersebut agar meminimalkan ambiguitas. Salam. Nohirara(bicara • kontribusi) 18 Februari 2026 14.20 (UTC)
Lebih spesifik
1. Menurut saya, poin 4 pada bagian pengecualian terutama pada diksi "banyak" ini dibuat lebih spesifik saja. Menghapus kata "misal" biar lebih saklek batas atasnya.
2. Pada bagian narasi "tidak diperkenankan untuk menambahkan gambar/foto/video tersebut ke dalam artikel tanpa adanya diskusi" ini sepertinya perlu dibuatkan ruang khusus. Setiap kontributor yang ingin menambahkan foto/gambar hasil AI perlu mengajukan dulu. Misalnya format pengajuannya seperti pengajuan artikel pilihan WBI atau dengan format laporan kepada pengurus atau bisa juga seperti format usulan penghapusan artikel.
3. Pada bagian sanksi masih belum spesifik terhadap pengguna yang sudah dicekal 3 bulan dan kembali melakukan pelanggaran yang sama. Apakah ada tindaklanjut hukumannya? atau dibiarkan saja? Radramboo (bicara) 18 Februari 2026 08.37 (UTC)
@Radramboo terima kasih atas perhatiannya. Saya akan menjawab pertanyaan Anda:
Bagian tersebut akan saya perbaiki sesuai dengan usulan Anda.
Berhubung proposal ini ditujukan untuk menekan penggunaan generative AI (salah satunya untuk sangat menekan penggunaan berkas/gambar/video AI) di WBI, maka sebaiknya tidak diperlukan halaman tersendiri terkait permintaan tersebut untuk saat ini. Kontributor bisa menggunakan halaman Warung Kopi untuk mengajukan permohonan yang selaras dengan bagian pengecualian dari proposal. Bagian tersebut juga akan saya perbaiki agar tidak ambigu.
Semoga ini dapat menjawab pertanyaan Anda. Salam. Nohirara(bicara • kontribusi) 18 Februari 2026 14.20 (UTC)
Maaf menyela di bagian pembicaraan ini, untuk poin nomor dua yang anda sebutkan bung @Nohirara. Menurut saya, kalau dibuatkan di warung kopi akan memakan terlalu banyak tempat sehingga dimungkinkan pertanyaan yang akan ditempatkan disana akan menjadi tertimbun oleh permohonan gambar Ai tersebut. PinkashNgobrol yuk 18 Februari 2026 14.59 (UTC)
Konsensus untuk draf
Apakah rekan-rekan setuju draf ini menjadi kebijakan resmi di Wikipedia bahasa Indonesia? Mengingat diskusi ini sudah berjalan lebih dari dua minggu, serta saya sendiri sudah menyertakan masukan dari rekan-rekan ke dalam draf.
Sepertinya saya sudah Setuju dengan rancangan kebijakan ini. PinkashNgobrol yuk 21 Maret 2026 15.07 (UTC)
Saya Setuju sajalah karena kita bisa punya alasan untuk menjawab pengguna yang menggunakan kecerdasan buatan 𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃📩 22 Maret 2026 06.21 (UTC)
Setuju agar kebijakan ini terus dilakukan peninjauan dan evaluasi secara berkala untuk menyesuaikan perkembangan terkni terhadap teknologi ini. Radramboo (bicara) 22 Maret 2026 13.31 (UTC)