Panduan ini menjelaskan konvensi penamaan artikel tentang fauna, yaitu hewan. Pedoman ini juga berlaku untuk protista bila sesuai, meskipun petunjuk yang ada di Wikipedia:Pedoman penamaan/Flora kadang lebih relevan, terutama bila artikel menggunakan nama ilmiah.
Gunakan nama yang paling umum bila memungkinkan
Judul artikel ditentukan dengan menerapkan lima kriteria. Judul artikel biasanya berupa nama yang paling umum dalam bahasa Indonesia, mengikuti WP:Judul artikel §Keumuman nama. Untuk hewan-hewan yang sudah dikenal luas, biasanya menggunakan nama vernakular (pengecualian dijelaskan di bawah):
Jangan gunakan nama vernakular bila tidak jelas nama tersebut mengacu pada apa (lihat WP:Judul artikel §Ketepatan). Nama sarden digunakan untuk banyak spesies ikan kecil berminyak; cara yang tepat adalah menulis artikel tersendiri yang menjelaskan ciri-ciri umum spesies tersebut di bawah nama itu, lalu membuat artikel terpisah untuk tiap genus. Namun, bila ada makna inti yang jelas untuk nama umum, sementara makna lain muncul lewat analogi, maka sah-sah saja menggunakan nama umum itu untuk kelompok "sebenarnya":
Banyak ikan berbentuk memanjang disebut "belut", tetapi "belut sejati" masuk dalam suku Synbranchidae, sehingga tepat menempatkannya pada judul artikel "Belut", dengan yang lain dicantumkan di Belut (disambiguasi).
Bila nama paling umum dalam bahasa Indonesia, atau kebenarannya sebagai nama paling umum begitu diperdebatkan dalam sumber tepercaya hingga tidak bisa ditentukan secara netral, gunakan nama umum yang paling banyak dipakai (terlepas dari ejaanya) oleh otoritas nomenklatur zoologi internasional, bukan yang regional. Bila tidak ada nama umum atau tidak ada konsensus mengenai nama paling umum, atau tidak jelas nama umum itu merujuk pada takson apa (seperti contoh sarden di atas), gunakan nama ilmiah:
Eulimella torquata pertama kali dideskripsikan pada 2011, dan tidak memiliki nama umum.
Drosophila melanogaster tidak memiliki nama umum selain "lalat buah", yang juga digunakan untuk spesies lain.
Burung dalam famili Columbidae populer dikenal dengan nama umum "dara" (merpati), tetapi kata "dara" juga digunakan untuk merujuk pada perempuan yang belum menikah dan hewan ternak yang belum beranak.[1]
Takson monotipik adalah kelompok taksonomi yang hanya berisi satu subkelompok (misalnya, sebuah genus dengan hanya satu spesies yang dikenal, bahkan subfilum dengan satu famili dan satu genus). Dalam kasus seperti ini, peringkat dengan anggota organisme yang identik tidak sebaiknya dipisah menjadi artikel berbeda, dan artikel (jika tidak ada nama umum) sebaiknya menggunakan nama ilmiah dengan peringkat terendah, tetapi tidak lebih rendah daripada genus monotipik. Redirect perlu dibuat dari peringkat lain ke artikel yang sebenarnya. (Lihat Template:Speciesbox#Monospecific genera untuk kotak info takson genus monotipik pada nama genus.)
Pengecualian berlaku bila nama genus monotipik perlu dibedakan (disambiguasi). Maka artikel sebaiknya berada pada spesies, karena ini bentuk disambiguasi yang lebih alami.
Judul dan konten artikel harus sesuai dengan nama organisme/kelompok. Pengalihan harus dibuat menuju artikel tersebut dari nama-nama lain bagi entitas tersebut (beserta variasi ejaan, kapitalisasi, dll.), serta dari taksa yang lebih rendah atau subtopik lain yang tidak memiliki artikel tersendiri.
Nama ilmiah yang usang harus dialihkan ke artikel dengan nama umum atau nama ilmiah yang berlaku saat ini.
Buat pengalihan dari kapitalisasi alternatif (banyak buku panduan dan literatur spesialis di berbagai bidang zoologi cenderung menggunakan huruf kapital, sehingga kita harus mengakomodasi kedua penggunaan tersebut):
Penggunaan huruf kapital pada judul artikel mengikuti panduan umum Pedoman Gaya mengenai penggunaan huruf kapital.
Nama umum (vernakular)
Artikel dengan judul berupa nama umum (vernakular) hewan ditulis menggunakan huruf kalimat—sebagai contoh, Kuda przewalski, Beruang hitam. Apabila nama vernakular mengandung nama diri, maka nama tersebut juga diawali huruf kapital—sebagai contoh, Musang india kecil. Nama umum tidak pernah ditulis miring.
Adalah hal yang wajar untuk membuat pengalihan menuju artikel spesies (atau subspesies) dari variasi kapitalisasi apa pun. Misalnya, jika terdapat artikel Elang botak, buatlah pengalihan ke artikel tersebut dari Elang Botak. Banyak panduan lapangan menggunakan huruf kapital di setiap awal kata, sementara sebagian besar tulisan jenis lain tidak, sehingga kita harus mengakomodasi kedua gaya tersebut. Mungkin terdapat kejadian langka di mana versi huruf kecil dan huruf kapital memiliki arti yang berbeda; tautan atau disambiguasi yang sesuai harus digunakan pada kasus tersebut.
Dalam judul artikel, nama umum dari suatu kelompok spesies, atau makhluk individu dari spesies yang tidak tentu, tidak diawali huruf kapital setelah kata pertama (kecuali jika terdapat nama diri): Lumba-lumba hidung botol, Monyet Dunia Baru, Kumbang rove, Jamur lendir.
Pedoman Gaya, pada MOS:LIFE, menyerukan penggunaan huruf kapital untuk ras terstandarisasi dan kultivar (bukan kelompok/tipe ras, landrace, kawin silang, hibrida, varian warna ras, dll.). Ketika ditambahkan pada nama ras atau kultivar terstandarisasi sebagai disambiguasi alami, nama spesiesnya tidak diawali huruf kapital: Kucing siam, Alpukat Hass. Dalam kasus langka dengan ambiguitas yang kuat, nama spesies diawali huruf kapital jika itu merupakan bagian formal dari nama ras tersebut: American Quarter Horse.
Nama ilmiah
Bagian pertama dari nama spesies binomial, yaitu genus, diawali dengan huruf kapital. Bagian kedua, yaitu spesies, tidak pernah diawali huruf kapital (bahkan ketika diturunkan dari nama diri): Ninox novaeseelandiae versus Ninox Novaeseelandiae. Hal yang sama berlaku untuk bagian ketiga dari nama trinomial, seperti pada Canis lupus arctos.
Karena nama ilmiah pada tingkat genus atau di bawahnya selalu ditulis miring, sesuai WP:Pedoman gaya/Pemformatan teks §Huruf miring, ketika judul artikel merupakan nama taksonomi tingkat genus atau peringkat yang lebih rendah (misalnya spesies atau subspesies), judul halaman juga harus ditulis miring.
Ada tiga cara untuk mencapai hal ini:
Menggunakan salah satu templat tampilan dari sistem taksnonomi otomatis, seperti {{Automatic taxobox}} atau {{Speciesbox}}, dalam banyak kasus akan secara otomatis memiringkan judul halaman jika judul tersebut sesuai dengan nama takson dan takson tersebut berada pada tingkat genus atau lebih rendah.
{{Italic title}} yang ditambahkan ke halaman akan membuat judulnya menjadi miring, kecuali kata apa pun di dalam tanda kurung, mis.:
Jika nama ilmiah seekor hewan baru-baru ini mengalami perubahan (mis. suatu spesies dipindahkan ke genus yang berbeda), dan tidak ada alasan untuk meyakini bahwa perubahan nama tersebut diperdebatkan, gunakan nama yang baru terlepas dari penggunaannya dalam sumber tepercaya yang lebih lama. Tidaklah pantas bagi kita untuk mempertahankan terminologi usang sembari menunggu penggunaan dalam sumber tepercaya yang lebih lama tergantikan oleh penggunaan dalam sumber-sumber yang lebih baru.