Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada bulan Agustus 1945, tahap akhir Perang Dunia II. Dua operasi ini merupakan penggunaan senjata nuklir dalam peperangan untuk pertama dan terakhir kalinya dalam sejarah, dan menewaskan sedikitnya 129.000 jiwa. Setelah Blok Sekutu berhasil membuat bom atom dalam Proyek Manhattan, pada 6 Agustus, A.S. menjatuhkan bom uranium jenis bedil (bernama kode "Little Boy") di Hiroshima. Tiga hari kemudian, A.S. menjatuhkan bom plutonium jenis implosi ("Fat Man") di Nagasaki. Serangan ini diperkirakan menewaskan 90.000–146.000 orang di Hiroshima dan 39.000–80.000 di Nagasaki; sekitar setengahnya terbunuh pada hari pengeboman. Sisanya tewas dalam bulan-bulan setelahnya dikabatkan efek luka bakar, penyakit radiasi, serta cedera-cedera dan komplikasi lain, yang diperparah dengan adanya kekurangan gizi. Di dua kota tersebut, sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil meskipun terdapat garnisun militer besar di Hiroshima. Tak lama kemudian, pada tanggal 15 Agustus, pemerintah Jepang menyerah kepada Sekutu, sehingga mengakhiri Perang Dunia II. (Selengkapnya...)