Pendidikan dan karier
Setelah lulus S1 Arsitektur dari Institut Teknologi Bandung (1984), meraih gelar Master melalui beasiswa Fulbright (1993) dan Doktor (2001) dari Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat.[4] Semasa kuliah di Institut Teknologi Bandung, Wicak pernah dijuluki sebagai fresh from Java karena kentalnya logat Jawa bicaranya.[5]
Wicak mengawali kariernya sebagai Urban Designer & Head of Planning Division di PT. ARKONIN.[6] Pada tahun 1997, Wicak mendirikan PT. Rona Kota Selaras,sebuah konsultan perencanaan di Jakarta.[4] Wicak terlibat dalam berbagai proyek pengembangan dan perencanaan perkotaan berkelanjutan sejak 1984. Salah satu kontribusi konkret yang sampai sekarang masih dapat dinikmati adalah keberadaan kota satelit Bumi Serpong Damai dan Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Ia juga aktif dalam program perbaikan desa dan sebagai instruktur pelatihan dalam pembangunan kapasitas masyarakat lokal di dalam negeri maupun di sejumlah negara seperti Vietnam, Kamboja, Bhutan, Thailand, Timor Leste, Filipina, Myanmar dan Australia [7] melalui penugasan dari berbagai organisasi internasional seperti UNDP, UNESCAP, GIZ, USAID, University of Canberra dan lain-lain.
Wicak juga terpilih sebagai anggota Unit Kebijakan 4 mengenai Tata Pemerintahan dan Pembangunan Kapasitas Perkotaan pada persiapan Habitat III, membantu Bappenas dalam penyusunan Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (2008-2009) yang kemudian berubah menjadi Kebijakan Perkotaan Nasional atau National Urban Policy (2018 – 2020). Selain itu, menjadi salah satu anggota tim penilai independen dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (sebelumnya bernama Anugerah Pangripta Nusantara) dari 2011-2020.
Nama Wicak semakin melambung dalam belantika perencanaan perkotaan tanah air selama menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institut Pengembangan Kota dan Wilayah (URDI) 2001-2006. Berkat berbagai pencapaian yang diraihnya, ia dipercaya menjadi Ketua Tim Pengembangan Strategi dan Kebijakan Perkotaan Nasional yang ditugaskan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Pekerjaan Umum Indonesia pada tahun 2009.[8] Sepanjang 1997-2009, Wicak juga menjadi dosen paruh waktu di Universitas Trisakti, Jakarta.[2]
Wicak (bersama timnya) juga ditugaskan untuk mengembangkan, memperbarui, dan menyelesaikan Kebijakan Perkotaan Nasional Indonesia, serta menyusun serangkaian panduan praktis untuk implementasi lokal Agenda Perkotaan Baru di Indonesia. Pada periode 2019 hingga 2021, ia memimpin tim yang membantu unit Jakarta Smart City dalam menyelenggarakan serangkaian dialog multi-pemangku kepentingan untuk meningkatkan platform smart city kota tersebut.
Lebih baru lagi, pada periode 2023 hingga 2025, ia menjabat sebagai ketua tim dalam pengembangan sistem Capital Investment Planning berbasis TI yang didukung oleh World Bank, yang ditugaskan oleh Kementerian Dalam Negeri dan diuji coba di 23 kota di seluruh Indonesia.
Wicak juga beberapa kali ditunjuk sebagai anggota dewan juri, antara lain untuk Annual Regional/Local Development Award oleh Bappenas, Students Reinventing Cities 2025 oleh C40, Jakarta Benyamin S. Award oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta kompetisi IKN Cultural Center oleh Otorita Ibu Kota Nusantara.