Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Kalinyamatan di sebelah utara, Wedung di sebelah barat, Kecamatan Mayong di sebelah timur, Kecamatan Mijen di sebelah selatan.[4] Akses Welahan berada di jalur utama masuk kabupaten Jepara melalui Demak.
Legenda lokal
Menurut cerita rakyat setempat, asal-usul nama Welahan dikaitkan dengan kisah Baru Klinting.Namun keterangan ini merupakan tradisi lisan masyarakat dan belum didukung oleh sumber sejarah tertulis yang dapat diverifikasi.
Asal mula nama desa Welahan berasal dari kata welah (dayung), yang pada era Jawa kuno orang sering menambahkan akhiran (-an) untuk mempertegas kalimat, hingga tercipta kata Welahan.
Kata Welahan berasal dari kisah Baru Klinting (ular besar yang bertapa di lereng gunung) dan perjalanan seorang janda dari rawa pening asal mula Baru Klinting berasal, janda itu menyelamatkan diri dari banjir besar dengan menggunakan lesung (tempat menumbuk padi) sebagai perahu alternatif dan mengayuh lesungnya dengan welah(dayung), sesampainya di demak si janda menemukan airnya sudah dangkal yang dalam bahasa jawa air yang dangkal disebut demek-demek hingga karena termakan waktu namanya tersingkat menjadi demak, dan Welahnya(dayungnya) terbawa arus sampai perbatasan Jepara.
Kelenteng Hian Thian Siang Tee, di Welahan (dinobatkan sebagai klenteng tertua di Indonesia,Berdasarkan publikasi daerah dan keberadaan situs budaya lokal.
Beberapa makanan tradisional yang dijumpai di wilayah Welahan antara lain kuluban, jangangan, kicak, carang madu, es dawet atau cendol, es gempol, bolu cuplik, getuk pisang, serta berbagai kuliner tradisional Jawa lainnya.
Potensi
Kerajinan dan industri rumahan yang berkembang di kecamatan Welahan