Wilayah Adipati Parma
Wilayah Adipati Parma dibuat pada tahun 1545 dari bagian Wilayah Adipati Milan Sungai Po selatan, sebagai wilayah feodal untuk anak haram Paus Paulus III, Pier Luigi Farnese, yang berpusat di kota Parma.
Pada tahun 1556, Adipati kedua, Ottavio Farnese, diberikan kota Piacenza, yang juga menjadi Adipati Piacenza, oleh karena itu daerah tersebut kemudian dikenal sebagai Wilayah keadipatian Parma dan Piacenza.
Keluarga Farnese terus memerintah sampai mereka punah pada tahun 1731, sampai titik di mana wilayah adipati tersebut diwariskan kepada putra Raja Spanyol yang lebih muda, Charles, yang ibunya Elisabeth adalah anggota keluarga Farnese. Ia memerintah sampai akhir Perang Suksesi Polandia pada tahun 1735, ketika Parma diserahkan kepada Kaisar Charles VI ditukar dengan Dua Sisilia.
Pemerintahan Sementara Habsburg
Habsburg hanya memerintah sampai konklusi Perjanjian Aix-la-Chapelle pada tahun 1748, ketika wilayah tersebut diserahkan kembali kepada Bourbon, Philip pribadi, adik Charles. Sebagai adipati Philip, ia menjadi pendiri Wangsa Bourbon-Parma.
Pada tahun 1796, wilayah adipati dikuasai oleh pasukan Prancis di bawah Napoleon. Di dalam Perjanjian Aranjuez pada tahun 1801, adipati Ferdinand secara resmi setuju untuk menyerahkan wilayah adipati itu kepada Napoleon. Wilayah-wilayah tersebut diintegrasikan ke dalam Republik Cisalpine sampai tahun 1802, Republik Italia, dari tahun 1802 sampai 1805, dan Kerajaan Italia, dari tahun 1805 sampai 1808, sampai tahun 1808 Kerajaan Prancis mencaplok mereka dan membentuk Départemen Taro.
Pada tahun 1814, wilayah-wilayah adipati tersebut dipulihkan di bawah istri Habsburg Napoleon, Marie Louise, yang memerintah mereka di sepanjang hidupnya. Wilayah adipati itu dinamakan kembali menjadi wilayah adipati Parma, Piacenza dan Guastalla, nama itu bertahan sampai akhir.
Kembali ke tangan Bourbon
Setelah kematian Marie Louise pada tahun 1847, wilayah adipati itu dipulihkan ke garis Bourbon-Parma, yang memerintah wilayah adipati Lucca yang kecil. Bourbon memerintah sampai tahun 1859, ketika mereka diusir oleh sebuah revolusi setelah kemenangan Sardinia di dalam perang mereka melawan Austria.
Wilayah-wilayah adipati Parma, Piacenza dan Guastalla dan wilayah adipati Lucca digabung dengan Wilayah Adipati Agung Toscana dan Wilayah Adipati Modena untuk membentuk Propinsi Italia Pusat Bersatu pada bulan Desember 1859, dan dicaplok ke Kerajaan Sardinia pada bulan Maret 1860.
Istana Bourbon terus mengklaim gelar Adipati Parma sampai sekarang. Carlos-Hugo (Carlist penuntut tahta Spanyol pada tahun 1970) menyandang gelar tersebut sejak tahun 1977.
Sejak tahun 1964, Wangsa Bourbon-Parma memerintah secara turun menurun melalui garis keturunan laki-laki di Luxembourg ketika Jean, Adipati Agung Luksemburg, putra Pangeran Felix dari Bourbon-Parma dan Charlotte, Adipati Wanita Agung Luksemburg, naik tahta, diikuti oleh cucu Felix Henri, Adipati Agung Luksemburg.