Van Daalen lahir pada tanggal 6 September 1914. Dia adalah putra dari pasangan Barend Gerhardus van Daalen dan Anna Maria Vrieling.[2] Pada bulan Juli 1935, Van Daalen mengambil ujian masuk Akademi Militer Kerajaan dan diangkat pada bulan September sebagai taruna infanteri. Van Daalen meninggal pada tanggal 25 Agustus 1942 akibat penyiksaan di penjara Jepang di Manado.[3] Dia dimakamkan di Kuburan Belanda Menteng Pulo di Jakarta.
Pendudukan Jepang di Indonesia
Pada akhir Januari 1942, Van Daalen bersama KaptenJ.H.L.A.C. de Swert dikirimkan sebuah berita kawat radiogram rahasia dari Troepen commandant (TPC) MayorB.F.A. Schilmöller dari kota Poso, yang diterima oleh milisi sipil Belanda yang bekerja sebagai petugas radiotelegrafis bernama Stanius. Dalam berita tersebut, Schilmöller memerintahkan agar pasukan Batalyon Inheemsche Militie Manado untuk segera bersiap dan segera berangkat dengan KM Togian sesuai rencana. Setelah menerima radiogram, de Swert segera memerintahkan agar seluruh pasukan bersiap-siap untuk melaksanakan ekspedisi militer ke daerah tujuan, yaitu Poso.