Ayah: Stephanus Oei Kok Tjia (Widiatmo Wisaksono)[2][3] Ibu: Ursula Mady Kwa Siok Nio (Madijanti Wisaksono)[2][3]
Jabatan sebelumnya
Anggota Dewan Moneter KWI (2018–2021)
Anggota Keurusan Keuangan dan Ketua Dana Solidaritas Antar Keuskupan KWI (2015–2018)
Semboyan
Ego veni ut vitam habeant et abundantius habeant (Yohanes10:10) (Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan)
Lambang
Vincentius Sutikno Wisaksono (26 September 1953–10 Agustus 2023)[2][4] adalah Uskup Surabaya sejak 29 Juni 2007 sampai wafatnya pada 10 Agustus 2023, menggantikan Johannes Sudiarna Hadiwikarta yang meninggal dunia pada 13 Desember 2003,[1] sehingga sempat terjadi kekosongan jabatan Uskup di Keuskupan Surabaya. Mottonya sebagai Uskup adalah "Ego veni ut vitam habeant et abundantius habeant." (Yohanes 10:10), yang berarti Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.[3] Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dari ayah Stephanus Oei Kok Tjia (Widiatmo Wisaksono) dan ibu Ursula Mady Kwa Siok Nio (Madijanti Wisaksono).[2][3][5]
Riwayat hidup
Ia menempuh pendidikannya di SDK Santo Michael Surabaya. Pada masa mudanya, ia terinspirasi oleh Romo Herman Kock, C.M.,[6] sebelum memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMPK Angelus Custos dan masuk ke Seminari Menengah Garum, lalu mengikuti studi teologinya di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan, Fakultas Teologi Wedabhakti, Yogyakarta.[3]
Sebagai Uskup, ia sempat melarang adanya Misa khusus dalam rangka Perayaan Imlek di wilayah Keuskupan Surabaya meskipun ia seorang keturunan Tionghoa dengan dasar peraturan yang diambil dari Redemptionis Sacramentum.[10][11]
Pada masa jabatan 2009–2012, ia menjadi anggota presidium Konferensi Waligereja Indonesia.[12] Ia juga menjadi Moderator Sekretariat Jaringan Mitra Perempuan Konferensi Waligereja Indonesia.[13] Pada kepengurusan periode 2015–2018, Mgr. Sutikno menjadi Anggota Keurusan Keuangan dan Ketua Dana Solidaritas Antar Keuskupan.[14]
Mgr. Sutikno meninggal dunia pada hari 10 Agustus 2023 pukul 10.29 di Rumah Sakit RKZ Surabaya.[15][16] Ia sempat didiagnosa mengalami kanker prostat.[17] Ia dimakamkan pada 12 Agustus 2023 di Mausoleum, Puhsarang, Kediri, Jawa Timur[18]