Spiritu ambulate (Jalan dalam Roh) (Hãy bước theo Thần Khí)
Lambang
Vincent Nguyễn Văn Bản (lahir 25 November 1956) adalah seorang uskup Katolik Vietnam, yang menjabat sebagai Uskup Hải Phòng sejak 19 Maret 2022.
Biografi
Kehidupan awal dan pendidikan
Vincent Nguyễn Văn Bản lahir pada 25 November 1956, di Tuy Hoa, Provinsi Phu Yen, sebagai anak ketujuh dari sembilan bersaudara dalam keluarga Katolik taat yang berasal dari Provinsi Hai Duong yang kabur ke selatan pada akhir Perang Indochina Pertama. Pada 1968, ia memulai pembelajaran relijiusnya di seminari minor Làng Sông, Quy Nhơn. Pada 1975, ia masuk seminari mayor Pusat Pelatihan Diosesan Keuskupan Quy Nhơn, tempat ia belajar filsafat dan teologi sampai 1988. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia menyediakan pelayanan pastoral di paroki asalnya di Tuy Hoa.[1][2]
Imamat
Ia ditahbiskan menjadi imam pada 16 September 1993, oleh uskup Paul Huỳnh Đông Các dan ditugaskan di Keuskupan Quy Nhơn. Setelah penahbisannya, ia menjabat sebagai vikaris paroki Tuy Hoa sampai 1996, saat ia dikirim ke Prancis untuk belajar di Institut Catholique de Paris, tempat ia menerima gelar magister dalam teologi pada 2005. Setelah kembali ke Vietnam, ia diangkat menjadi kepala pembinaan seminarian untuk Keuskupan Quy Nhơn dan profesor di seminari mayor Nha Trang. Ia juga diangkat menjadi pakar pada Majelis Umum Ordinaris XII dari Sinode Para Uskup yang diadakan pada Oktober 2008.[1][2][3]
Episkopal
Uskup Bản sebagai Uskup Ban Mê Thuột pada 2009.
Pada 21 Februari 2009, Paus Benediktus XVI mengangkatnya menjadi uskup Ban Mê Thuột. Ia menerima penahbisan episkopal pada 12 Mei 2009, dari uskup agungÉtienne Nguyễn Như Thể. Dalam Konferensi Waligereja Vietnam, ia menjabat sebagai ketua komite musik sakral untuk tiga masa jabatan berturut-turut dari 2010 sampai 2019.[4] Pada 2019, ia terpilih menjadi ketua Komisi Biblikal dan terpilih kembali untuk masa jabatan kedua pada 2022–2025.[5][6] Pada masa pelayanannya di Ban Mê Thuột, ia mendorong rohaniwan lokal untuk berkomunikasi dalam bahasa-bahasa etnis penduduk lokal dan mengenalkan kursus seminari dalam tiga bahasa etnis lokal: Ede (Ê Đê), Mnong (M'Nông), Stieng (S’tiêng). Sepanjang tahun, ia menyaksikan peningkatan jumlah umat, sebagian besar karena pindah agama, dan pertumbuhan vokasi di kalangan pemuda, yang meningkatkan jumlah imam, orang relijius, dan wanita baru. Ia berkontribusi pada pembangunan 101 gereja baru di wilayah tersebut.[7] Pada 19 Maret 2022, Paus Fransiskus mengangkatnya menjadi uskup Hai Phong.[8] Ia memegang jabatan di keuskupan tersebut pada 31 Maret 2022.[9]