Penjelajah awal di Daratan Victoria termasuk James Clark Ross dan Douglas Mawson.[3]
Pada 1979, para ilmuwan menemukan sebuah kumpulan 309 meteorit di Antarktika, beberapa di antaranya ditemukan ditemukan dekat Perbukitan Allan di Daratan Victoria.[4] Meteorit tersebut tampaknya berubah sedikit sejak lahirnya Tata Surya yang dipercayai para ilmuwan.[4]
Pada 1981, lumut kerak ditemukan di Daratan Victoria menarik perhatian NASA karena lumut kerak bisa memberikan petunjuk tentang tempat untuk mencari kehidupan di luar bumi di Mars atau di tempat lain.[5] Seorang glasiolog bernama Dr. George Benton dari Universitas New Hampshire mencari mikroorganisme di Gunung Lister, yang merupakan salah satu gunung tertinggi di Antarktika yang memiliki jenis batu pasir yang sama untuk lumut kerak bertumbuh.[5]
Pada 2017, para konservasionis di Tanjung Adare, Daratan Victoria menggali sebuah fruitcake yang dipercayai pernah dimiliki oleh penjelajah Robert Falcon Scott.[6] Ekspedisi Northern Party Scott dilakukan pada 1911, ini sendiri membuat kue tersebut berumur 106 tahun.[6] Seorang manajer program mengatakan bahwa kue tersebut dalam "keadaan sangat baik."[6]
Referensi
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Victoria Land.
↑"Victoria Land". The Columbia Encyclopedia, Sixth Edition. Columbia University Press. 2001. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-02-11. Diakses tanggal 2008-01-26.