Utsman bin Thalhah bin Abi Thalhah Abdullah bin Abdul Uzza bin Utsman bin Abdu Dar bin Qushay (bahasa Arab:عثمان بن طلحة بن أبي طلحة عبد الله بن عبد العزى بن عثمان بن عبد الدار بن قصيcode: ar is deprecated )[1] adalah sesepuh Bani Abdu Dar dan putra sulung dari putra sulung dari putra sulung Qushay bin Kilab. Karenanya menjadikan beliau sebagai pemegang kunci Ka'bah atau Sadin (Jmk: Sadanah) Ka'bah al-Musyarofah.[2]
Dalam Ka'bahNabi Muhammad Saw mendapatkan wahyu bahwa ia harus mengembalikan kunci itu pada penjaganya di mana Allah SWT sendiri yang memilihnya. Maka ia kirimkan kembali Ali kepada Utsman bin Thalhah untuk mengembalikan kunci itu dan meminta maaf telah memaksanya memberikan apa yang menjadi haknya.[8]
Ketika memberikan kunci itu beliau sempat bersabda kepada keturunan Utsman bin Thalhah melalui sepupunya Syaibah, "Ambillah, wahai Bani Thalhah, selamanya sampai Hari Kebangkitan, dan itu tidak akan diambil darimu kecuali oleh seorang tiran yang tidak adil dan menindas." Utsman meriwayatkan 5 hadis, 1 diantaranya terdapat dalam kitab Shahih Muslim.[6]
Kematian
Utsman wafat pada tahun 41 H.[6] Setelah ia wafat, kunci Ka'bah dipegang sepupunya, Syaibah.[9]
↑Khaththab, Mahmud Syait (2019). Rasulullah Sang Panglima: Meneladani Strategi dan Kepemimpinan Nabi dalam Berperang. Sukoharjo: Pustaka Arafah. hlm.230. ISBN978-602-6337-06-1.