Batsyeba, istri Uria, hamil dari hubungan gelap dengan Daud, ketika Uria sedang berperang di bawah komando panglima Yoab di Raba melawan bani Amon.[2] Ia dipanggil menghadap Daud dan disuruh pulang ke rumahnya, tetapi ia berkata kepada Daud: "Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!"[3] Karena itu Daud mengirim surat ke Yoab dengan perantaraan Uria sendiri agar Yoab menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa, supaya ia terbunuh mati.[4] Setelah Uria mati, Daud memperistri Batsyeba. Daud dan Batsyeba dihukum Tuhan karena perbuatan ini dengan matinya anak hasil hubungan gelap mereka.[5]
Bangsa Het atau Hittit adalah bangsa besar yang mencapai puncak kejayaan pada abad ke-14 SM dengan adanya suatu kerajaan luas yang berpusat di Turki modern. Abraham membeli tanah kuburan untuk Sara di Kanaan dari orang Het.[7]
Uria yang lain
Selain merujuk pada Uria orang Het, nama Uria juga merujuk pada tokoh lain, yaitu imam Uria, yang hidup pada zaman raja Ahas. (2 Raja-raja16:10-16)