Pendirian
Usaha mendirikan perguruan tinggi Muhammadiyah di Malaysia diawali dengan mempersiapkan seluruh dokumen persyaratan yang berlaku di Malaysia dengan ditempuh dalam proses bertahap di bawah koordinator Prof. Dr. H. Bambang Setiaji bersama tim yang dibentuk Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Muhammadiyah dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. K. H. Haedar Nashir, M. Si. bersama delegasi dan tim bertemu secara resmi dengan Menteri Pendidikan Malaysia, Dr. Maszlee Malik, setelah itu bersilaturahmi kepada Sultan Perlis, Tuanku Syed Sirajuddin Putra Jamalulail serta Majlis Agama dan Istiadat Melayu Perlis, dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan lainnya. Universiti Muhammadiyah Malaysia juga memperoleh dukungan dan persetujuan dari Pemerintah Indonesia melalui Rekomendasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang ditandatangani oleh Nadiem Anwar Makarim pada tanggal 7 September 2020.[1][2]
Di Malaysia usaha pendirian Universiti Muhammadiyah Malaysia mendapatkan banyak dukungan penuh mulai dari Putra Mahkota Sultan Perlis; Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail, Majlis Agama dan Istiadat Melayu Perlis; Sahibus Samahah Prof. Dato' Arif Perkasa Dr. Mohd Asri Zainul Abidin, Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia; Dr. Maszlee Malik, Dr. DS. Noor Aini dan Prof. Dato' Dr. Husaini bin Omar, serta mitra Muhammadiyah di Malaysia; Prof. Dato' Dr. Mohd Noh bin Dalimin.[2]
Pada tanggal 11 Agustus 2021, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima salinan resmi surat kelulusan Universiti Muhammadiyah Malaysia, bahwa perguruan tinggi yang diusulkan oleh UCMM Konsortium Sdn. Bhd. yaitu Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dinyatakan lulus sebagai Institusi Pendidikan Tinggi Swasta Malaysia, dengan 15 program studi yang terdiri dari 5 program studi PhD, 5 program studi Master dan 5 program studi Bachelor. Surat kelulusan itu bernomor JPT/BPP(U)1000-801/172 jld(6) tanggal 5 Agustus 2021.[2]
Universiti Muhammadiyah Malaysia dalam operasionalnya bersifat terbuka untuk berbagai negara sebagai wujud pendidikan inklusif dalam ranah global. Pengembangan Universiti Muhammadiyah Malaysia sebagai perguruan tinggi swasta di Malaysia bertujuan untuk menjawab tantangan pendidikan di dunia modern dan era globalisasi untuk Islam yang mencerahkan dan berkemajuan.[2]