Sejarah
Universitas Darul 'Ulum didirikan pada tanggal 18 September 1965 oleh Dr. K.H. Musta'in Romly, dan diresmikan oleh[2]Jenderal Besar TNI (Purn.) Dr. (H.C.) Abdul Haris Nasution. Pendirian Universitas Darul 'Ulum ini awalnya mendapatkan banyak tantangan dan kritikan termasuk dari para kyai yang ada di Jombang. Namun dengan semangat yang kuat dan mengusung modernisasi, K.H. Musta'in yang juga mendapatkan dukungan dari pemerintah, yaitu Gubernur Jawa Timur ke-6, Mochamad Wijono (1963-1967) dan dari kalangan militer, akhirnya berhasil mendirikan Universitas Darul 'Ulum.
Program-program kependidikan yang diselenggarakan oleh Undar bertujuan untuk mencetak tenaga kerja profesional yang sanggup berpikir dan bekerja secara terampil dengan derajat akademis “sarjana”, serta memiliki keunggulan tersendiri, yaitu sebagai sarjana yang beriman dan bertakwa, serta menguasai teknologi. Hal ini sejalan dengan slogan "Berotak London, Berhati Masjidil Haram" yang telah dicanangkan oleh pendiri Undar, yaitu K.H. Musta'in.
K.H. Musta'in pada saat mendirikan Undar, juga memegang beberapa jabatan yang strategis pada tingkat nasional. Pertama, sebagai Mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah yang mana pengikutnya tersebar di berbagai wilayah di Indonesia maupun di luar negeri. Kedua, sebagai Ketua Dewan Guru yang membawahi unit-unit pendidikan formal yang ada di Pesantren Darul 'Ulum seperti madrasah ibtidaiyah, mualimin dan mualimat, madrasah tsanawiyah, madrasah aliyah, SMP, SMA, dan PGA. Ketiga, sebagai Ketua lembaga pendidikan Ma'arif Nahdlatul 'Ulama (NU) Jombang.
Secara kelembagaan Universitas Darul 'Ulum bernaung di bawah Yayasan Universitas Darul 'Ulum Jombang dengan Akta No. 5 tertanggal 16 November 1965, yang disahkan oleh Notaris Soembono Tjiptowidjono, S.H., dengan susunan pengurus:
| K e t u a |
K.H. Musta’in Romly |
| Wakil Ketua I |
K.H. Bisri Cholil |
| Wakil Ketua II |
Mochammad As’ad Umar |
| P e n u l i s |
Mochamad Sjahroel, S.H. |
| Wakil Penulis |
Achmad Badawi |
| B e n d a h a r a |
Nj. Djumijatin Abdul Wahab |
| Wakil Bendahara |
Nj. Choirijah |
| Anggota |
|
|
1. K.H. Achmad Siddiq |
|
2. Prof. K.H. Zaini |
|
3. Letkol Moch. Isa Idris |
|
4. Letkol Abd. Wahab |
|
5. Letkol Moedjoko |
|
6. Mochamad Kusnu, S.H. |
|
7. Moesolihuddin |
|
8. Major Husni Muljo |
|
9. Kompol Ismail |