Profil
Tidak ada yang lebih baik di dunia ini selain seorang komandan yang berjiwa ksatria seperti Ultra Magnus (alias Ultramag di Kanada, dan Convoy di Italia). Dengan kemampuan petarung yang bagus, dan talenta besar di arena perang, Ultra Magnus adalah seorang pahlawan sekaligus ksatria sejati, dan juga dapat berperan sebagai seorang pemimpin jika dibutuhkan.
Namun dalam pikiran Ultra Magnus, ia tetap menganggap dirinya sebagai prajurit, bukan seorang komandan. Dan dapat kita lihat dalam beberapa kesempatan, ia selalu mempertimbangkan keputusan yang akan ia ambil sebelum mengatakan kata setuju. Dan kalau ia sudah mengatakan setuju, apapun risiko yang akan datang, ia akan siap menghadapinya. Ia akan siap untuk mengorbankan dirinya demi kebenaran, jika dibutuhkan.
Meski begitu, dalam The Transformers: The Movie, Ultra Magnus adalah seorang komandan kota, dan itu berarti ia berpangkat setingkat lebih rendah di bawah Optimus Prime atau Rodimus Prime. Ia boleh kita anggap seimbang kedudukannya seperti Jazz.
Ultra Magnus memiliki senjata berupa sepasang peluncur misil, yang dapat menjangkau hingga 30 mil. Ia bisa berubah menjadi sebuah mobil peluncur misil, dan dapat mengangkut beberapa tentara Autobot di bagian trailernya. Pengisi suara Ultra Magnus adalah Robert Stack dalam film, dan kemudian oleh Jack Angel dalam serial TV. Untuk versi Jepang, pengisi suaranya adalah Sho Hayami.
Serial animasi
Debut Ultra Magnus dimulai pada Transformers: The Movie, ketika ia menjadi komandan di Bumi pada tahun 2005. Ketika mengetahui Optimus Prime dalam keadaan sekarat, ia kemudian diwarisi Matrix of Leadership. Namun ketika ia bertarung dengan Decepticons, Ultra Magnus hancur, dan Matrix jatuh ketangan Galvatron. Ultra Magnus kemudian dibangun ulang oleh para Junkions. Di sisi lain, Hot Rod berhasil mengambil kembali Matrix dan kemudian ia berubah menjadi Rodimus Prime. Ultra Magnus akhirnya memutuskan untuk tetap membiarkan Rodimus Prime sebagai pemimpin, karena ia merasa belum saatnya menggantikan Optimus. Ia kemudian lebih banyak membantu dan membimbing Rodimus dalam setiap keputusan yang akan Rodimus ambil.
Ultra Magnus kemudian sempat tertangkap oleh Quintessons, yang juga menangkap Wreck-Gar, Marrisa Faireborn, dan Decepticon Cyclonus. Ia nyaris berkelahi dengan Cyclonus sebelum akhirnya dipisah oleh Marrisa, dan di akhir, walaupun masih saling marah, Magnus dan Cyclonus akhirnya bersalaman.
Selanjutnya ia nyaris saja gagal mengatasi Cyclonus ketika ia akan menolong Wheelie dan Daniel Witwicky ketika dua Autobots muda tersebut berencana mencari tahu hari ultah Ultra Magnus. Ketika Magnus bertarung dengan Cyclonus, datanglah Galvatron. Sambil menyuruh Daniel dan Wheelie pergi, Magnus berencana akan mengorbankan dirinya sendiri sambil mengajak serta Cyclonus dan Galvatron. Untunglah datang pertolongan dari Rodimus, dan Galvatron bersama Decepticons akhirnya bisa dihalau.
Di episode 78, Grimlock bersama Daniel Witwicky tersesat di sebuah dimensi lain di Cybertron, dimana mereka dimanfaatkan oleh Quintessons. Lantas Carly, Ultra Magnus, Blaster, Steeljaw, Eject, Rewind, dan Ramhorn berhasil menyusul mereka dan menyelamatkan Daniel beserta Grimlock, dan mereka bisa kembali dengan selamat ke Cybertron melalui pertolongan Perceptor. Sebelumnya, Ultra Magnus berhasil mengalahkan Red Wizard yang ternyata adalah salah satu anggota Quintessons di dimensi lain tersebut.
Ketika Hate Plague menyebar di galaksi, Ultra Magnus adalah salah satu yang terkena bencana itu. Beruntung semua makhluk hidup termasuk para Transformers (di antaranya Ultra Magnus) berhasil diselamatkan oleh kekuatan Matrix dari Optimus Prime yang hidup kembali. Terakhir, ia menjadi komandan pertahanan di Cybertron dalam pertempuran untuk mempertahankan Plasma Energy Chamber di 2007.
The Headmasters
Ketika serial versi AS berakhir dengan tiga episode The Rebirth, di Jepang dibuat versi baru dengan nama Transformers: The Headmasters, yang juga tidak memasukan The Rebirth dalam skenario.
Dalam The Headmasters, Magnus adalah salah satu karakter pendukung dalam bagian serial ini. Ia menjadi komandan pertahanan Bumi ketika Decepticons kembali datang di 2011. Ia kemudian memiliki rival bernama Sixshot, dan kemudian mereka bertarung hebat. Magnus tidak mengetahui bahwa Sixshot memiliki beragam mode perubahan dan kekuatan. Akhirnya Magnus kalah dan terbunuh. Atas permintaan Metroplex, Autobots kemudian memakamkan Ultra Magnus di Bumi.