Terletak di dalam Taman Ueno, Ueno Tōshō-gū telah menjadi objek wisata populer.[2][3]
Sejarah
Ueno Tōshō-gū ca. 1920Kunjungan ke Kuil Ueno Tōshō-gū oleh Harada Naojirō (1863-1899)
Ueno Tōshō-gū konon dibangun pada tahun 1627, oleh Tōdō Takatora.[4] Pada masa itu, kuil ini dibangun untuk mengabadikan Tokugawa Ieyasu (1542–1616),[3] pendiri Keshogunan Tokugawa, yang secara efektif memerintah Jepang sejak memenangkan Pertempuran Sekigahara pada tahun 1600 hingga Restorasi Meiji pada tahun 1868.
Pada tahun 1651,[5]honden kuil dibangun kembali dengan gaya gongen-zukuri oleh Tokugawa Iemitsu (1604–1651), cucu Ieyasu dan shōgun Tokugawa ketiga.[3]
Hingga tahun 1868, kuil ini merupakan bagian dari kuil BuddhaTendai Kan'ei-ji.[2]
Berbeda dengan banyak bangunan di sekitarnya, Ueno Tōshō-gū tetap utuh meski dirundung sejumlah gempa bumi, kebakaran, dan peperangan, termasuk Pertempuran Ueno pada tahun 1868 dan Gempa Besar Kantō 1923.[3][5]
Karamon (唐門code: ja is deprecated , gerbang Tionghoa) adalah jenis mon dalam arsitektur Jepang yang dicirikan oleh penggunaan karahafu (唐破風code: ja is deprecated ), jenis atap bentangan melengkung dengan gaya Jepang.
Pilar-pilar gerbang dihiasi dengan dua ukiran naga. Mereka dikenal sebagai Noboriryu (Naga Naik) dan Kudariryu (Naga Turun), dan menurut legenda, setiap malam kedua naga itu pergi ke Kolam Shinobazu di dekatnya untuk meminum airnya.[3] Ukiran-ukiran ini dikaitkan dengan seniman yang mungkin fiktif, Hidari Jingorō (左 甚五郎code: ja is deprecated ).[6] Jingorō juga dikreditkan dengan beberapa dekorasi di Nikkō Tōshō-gū yang terkenal di Nikkō, Prefektur Tochigi.
Selain lapisan emas, terdapat pula beberapa dekorasi ukiran tangan lainnya, termasuk motif bunga, burung, dan naga di kedua sisi gerbang.[3] Konon, ukiran pada gerbang dan dinding sukibei menggambarkan total lebih dari dua ratus spesies tumbuhan dan hewan.[7]
Detail salah satu ukiran naga
Detail ukiran burung
Detail Komainu di salah satu tiang belakang
Ukiran naga di belakang
Honden
Bangunan utama kuil ini adalah honden (本殿code: ja is deprecated , balairung utama) bergaya Gongen-zukuri, sebuah struktur kuil Shinto kompleks di mana haiden atau aula doa, heiden atau aula persembahan, dan honden, semuanya terhubung di bawah satu atap.
Seluruh bangunan ini berasal dari tahun 1651,[3] dan ditetapkan sebagai Properti Kebudayaan Penting.[1]
Tampak depan dari haiden
Detail haiden
Tampak samping dari haiden dan heiden
Tampak samping dari honden
Akses
Tidak ada biaya masuk bagi pengunjung untuk memasuki sebagian besar area kuil, tetapi ada biaya (per 2022, 500 yen) untuk melewati karamon. Ini menyediakan akses untuk melihat bagian belakang karamon dan mendekati honden, meski aula itu sendiri tetap ditutup. Ada biaya masuk tambahan (per 2017, 700 yen) untuk memasuki taman peoni.[3]
Kuil Ueno Tōshō-gū dibuka mulai pukul 9 pagi dan tutup pukul 4:30 sore (dari Oktober hingga Februari) atau 5:30 sore (dari Maret hingga September). Taman peoni dibuka dari 1 Januari hingga pertengahan Februari, dan dari pertengahan April hingga pertengahan Mei.[3]
Ueno Tōshō-gū dapat diakses melalui pilihan transportasi umum berikut: