Desa ini memiliki 10 Pedukuhan, 12 RW (Rukun Warga) dan 28 RT (Rukun Tetangga):
NO
NAMA DUKUH
RW
RT
1
TRUCUK
01
01 , 02
02
03 , 04
2
DAMBREH
03
05 , 06 , 07
3
SREBEGGEDE
04
08 , 09
05
10 , 11
4
SREBEG CILIK
06
12 , 13
5
BENDOSARI
07
14
6
KACAR
07
15 , 16
7
GENTAN
08
17 , 18 , 19
8
MINDIREJO
09
20 , 21
9
REJODADI
10
22 , 23
10
DIMORO
11
24 , 25 , 26
12
27 , 28
Sejarah
Nama Trucuk berasal dari kata "nrucuk" adalah istilah pada tanaman yang baru bersemi dengan baik, mengingat dahulu di wilayah ini terdapat pabrik milik sunan sala yang mengelola lahan pertanian yang sangat luas terutama tebu dan tembakau. Seiring perkembangan zaman kata "nrucuk" berubah menjadi Trucuk, dan nama ini juga dipakai sebagai nama kecamatan.
Pemerintahan
Kepala Desa yang terkenal pertama adalah Citro Pawiro, kemudian silih berganti, dan yang menjabat saat ini adalah Sagiyo, mengantikan sebelumnya Tugiman, massa jabatan Kades Sagiyo akan habis menjelang akhir tahun 2019. Kantor desa terletak di dukuh srebeg gede
Mata Pencaharian
Sebagian besar adalah petani dan berladang. ladang pertanian kebanyakkan adalah sawah tadah hujan, dan padi merupakan hasil bumi utama, disusul jagung dan kedelai
Kepercayaan Lokal
Di dukuh Kacar terdapat sendang yang dikeramatkan, sering dimanfaatkan warga sebagai sumber air wudu, pada kesempatan tertentu terutama menjelang pasa dlakukan upaca sadran. Sebagian masyarakat beragama Islam, dan Kristen. Di setiap dukuh terdapat masjid dan musala serta sebuah gereja.
Geografis
Desa ini sebagian wilayahnya merupakan dataran rendah, dan dataran tinggi untuk wilayah selatan yang merupakan perbukitan kidul,yang berbatasan dengan kecamatan bayat.Ada sungai besar yang membelah wilayah selatan desa ini,tidak ada sumber valid tentang nama sungai ini, yang pasti muara sungai adalah kali dengkeng(kali terbesar di klaten)