Pada tahun 112 SM, Antiokhos VIII mengalahkan saudara tirinya dan saingannya Antiokhos IX Kyzikinos, mengambil alih Kota Antiokhia di mana Kleopatra IV (istri dari Antiokhos IX) juga tinggal di kota tersebut. Tryphaena membenci adiknya Kleopatra IV yang bersembunyi di kuil Apollo dan ia menginginkan adiknya ini dibunuh. Ia menuduh Kleopatra IV memasukkan tentara asing kedalam perselisihan saudara tiri Seleukia dan menikah di luar Mesir yang bertentangan dengan kehendak ibunya. Antiokhos VIII meminta istrinya untuk mengampuni adiknya. Ia mengatakan bahwa nenek moyangnya tidak pernah memperlakukan wanita dengan begitu kejam. Ia juga menambahkan bahwa kuil tempat Klepatra IV berlindung adalah kuil yang suci, sehingga harus menghormati para dewa, yang dengan bantuannya ia dapat menang. Namun, Tryphaena tidak terbujuk dengan kata-kata suaminya dan memerintahkan beberapa prajurit untuk mengeksekusi adiknya. Mereka menembus ke dalam kuil dan berhasil membunuh Kleopatra IV. Sebelum meninggal, Kleopatra IV mengutuk para pembunuhnya dan menyerahkan urusan balas dendamnya dengan kebijaksanaan pada dewa yang tidak dihormati. Setahun kemudian, yakni pada 111 SM, Tryphaena ditangkap oleh Antiokhos IX setelah ia mengalahkan saudara tirinya dalam suatu pertempuran. AntiokhosIX lalu mengeksekusinya dan mengorbankannya untuk istrinya.[4]