Asal mula nama DesaTouliang berasal dari kata Tulian” yang artinya “singgah istirahat” atau tempat persinggahan.
Di mana pada mulanya ada seorang, bernama Wellem Tangkudung yang berasal dari Desa Tonsea Tumaluntung, yang dikarenakan penguasa di saat itu, yaitu Pemerintah Hindia Belanda membuat dan menjaga Pos keamanan di Kakas berlokasi di “Toka Inipus” yang terletak di antara Desa Bukittinggi dan Desa Mahembang, serta Desa Kayuwatu di Pantai Laut Maluku, maka Beliau datang di Kakas dengan maksud bekerja (Kumoko) di lokasi yang sebagian besar terdiri dari rawa.
Setiap kembali kekampung asal Wellem Tangkudung selalu melewati jalan pintas yang sama dan sering kali tinggal atau singgah (Tumuli) dan menginap di lokasi yang sama, di tempat itu dibangunnya Daseng (tenda). Pada suatu ketika dibawanya seekor ayam betina dewasa yang siap bertelur dan dilepaskannya di daseng tempat persinggahannya, karena akan bertelur, maka ayam itu mebuat lubang dengan cara mencakar tanah. Melihat kejadian itu, maka Wellem Tangkudung berpikir bahwa tempat itu bisa untuk dijadikan tempat tinggal bersama keluarganya. Kemudian dibawanya keluarganya untuk tinggal di tempat itu. Dan pada tahun 1836 berdirilah Desa Touliang, berawal dari penyebutan oleh komunitas masyarakat Kakas yang tinggal di Kakas menamakannya Touliang yang terdiri dari kata Tou yang artinya orang dan Liang yang artinya lubang.
Sejak berdirinya Desa Touliang telah dipimpin oleh beberapa Hukum Tua (sebutan untuk Kepala Desa) dan hukum Tua pertama adalah Welly Tangkulung, anak dari Wellem Tangkudung, Adapun perubahan nama marga dari Tangkudung ke Tangkulung dikarenakan oleh penyebutan Komunitas Masyarakat Kakas waktu itu.