Kesuksesan internasional
Guadeloupe secara mengejutkan lolos ke Piala Emas CONCACAF pada tahun 2007. Tim regional ini lolos ke turnamen tersebut setelah finis di posisi ke-4 pada turnamen Piala Karibia 2007. Penampilan di Piala Emas edisi kali ini merupakan yang pertama kali bagi Guadeloupe dalam kompetisi tersebut, dan mereka mengawalinya pada 6 Juni 2007 dengan hasil imbang 1–1 melawan Haiti. Dalam pertandingan berikutnya, saat melawan Kanada, Guadeloupe berhasil meraih kemenangan dengan skor 2–1 di depan 20.000 penonton di Orange Bowl, Miami. Tim ini menutup babak penyisihan grup turnamen dengan menelan kekalahan dengan skor 1–0 dari tim juara bertahan UNCAF, Kosta Rika.
Guadeloupe melaju ke babak gugur kompetisi ini sebagai tim peringkat ketiga terbaik di babak penyisihan grup. Di babak perempat final, Guadeloupe berhadapan dengan Honduras. Mereka berhasil meraih kemenangan mengejutkan dengan skor 2–1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Reliant, Houston.[3] Sebelum tersingkir, Honduras telah mengalahkan Meksiko dengan skor 2–1 dan mengalahkan Kuba dengan skor 5–0. Di babak berikutnya, Guadeloupe dikalahkan oleh Meksiko dengan skor 1–0.[4] Namun, meskipun kalah, Guadeloupe tetap dipuji karena penampilan defensifnya yang kuat.[5] Pencapaian Guadeloupe di turnamen tersebut merupakan pencapaian terbaik tim asal Kepulauan Karibia sejak Trinidad dan Tobago yang mencapai babak semifinal turnamen pada tahun 2000.
Finis sebagai peringkat ketiga di Piala Karibia 2008, Guadeloupe berhak lolos ke Piala Emas CONCACAF 2009, yang menandakan penampilan kedua berturut-turut di Piala Emas. Menjelang kompetisi, pelatih Guadeloupe Roger Salnot berusaha meningkatkan peluang Guadeloupe untuk menang dengan memanggil pemain keturunan Guadeloupe yang lahir di metropolitan Prancis. Salnot memanggil beberapa pemain-pemain terkenal dalam skuad awalnya seperti penjaga gawang Yohann Thuram, bek Daniel Congré, Michaël Ciani, Ronald Zubar, gelandang Étienne dan Aurélien Capoue, dan Ludovic Sylvestre, serta penyerang Alexandre Alphonse, Claudio Beauvue, dan Richard Socrier. Semua pemain tersebut telah menjadi pemain reguler di Ligue 1 dan luar negeri. Namun, meski memanggil banyak talenta, hanya Alexandre Alphonse yang diizinkan berpartisipasi oleh klubnya. Setiap pemain lain secara pribadi menolak undangan tersebut atau ditolak oleh klub induknya dengan Salnot mengungkapkan kekecewaannya pada masalah tersebut.
Di turnamen, Guadeloupe masuk ke dalam Grup C bersama Meksiko, Panama, dan Nikaragua. Tim ini memulai babak grup dengan dua kemenangan beruntun, dengan mengalahkan Panama 2–1 di Oakland–Alameda County Coliseum dan mengalahkan Nikaragua 2–0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Reliant, Houston. Dalam pertandingan terakhir babak fase grup melawan Meksiko, Guadeloupe dikalahkan dengan skor 2–0 di Phoenix. Guadeloupe finis sebagai peringkat kedua di babak grup, yang berarti lolos ke babak gugur turnamen, di mana tim ini akan berhadapan dengan Kosta Rika dalam babak perempat final yang akan berlangsung di Stadion Cowboys, Arlington, Texas. Dalam pertandingan tersebut, Kosta Rika mendominasi permainan dengan mencetak dua gol dalam 20 menit pertama pertandingan. Kosta Rika menyelesaikan pertandingan dengan mencetak lima gol, sementara Guadeloupe mendapatkan gol hiburan dari Alphonse di babak kedua.
Pada tahun 2021, Guadeloupe sekali lagi lolos untuk berkompetisi di Piala Emas CONCACAF.
Pada 27 Juni 2023, Guadeloupe mampu menahan imbang Kanada dengan skor 2–2 di menit-menit akhir pertandingan babak grup Piala Emas CONCACAF 2023.