Tim Pütz (pelafalan dalam bahasa Jerman:[ˈtɪmˈpʏts]; lahir 19 November 1987) adalah seorang pemain tenis profesional berkewarganegaraan Jerman yang berspesialisasi di nomor ganda. Ia mencapai peringkat ganda tertinggi dalam kariernya di peringkat 6 dunia pada 17 Februari 2025, dan telah memenangkan sepuluh gelar ganda di Tur ATP, termasuk Final ATP 2024 bersama Kevin Krawietz, yang menjadi pasangan Jerman pertama yang memenangkan gelar tersebut. Pütz menjuarai Prancis Terbuka 2023 di nomor ganda campuran bersama Miyu Kato dan menjadi finalis bersama Kevin Krawietz di AS Terbuka 2024. Ia juga mencapai semifinal di Kejuaraan Wimbledon 2023[. Di nomor tunggal, ia memiliki peringkat tertinggi dalam kariernya yaitu peringkat 163 dunia, yang diraih pada Februari 2015, dengan mencapai babak kedua di Kejuaraan Wimbledon 2014.
Pütz telah mewakili Jerman di Piala Davis sejak 2017, dan mencapai semifinal pada 2021. Ia juga berkompetisi di Olimpiade bersama Kevin Krawietz pada tahun 2021, dan pada tahun 2024 di mana mereka mencapai perempat-final.
Karier
Tim Pütz melakukan debutnya di babak utama tunggal putra Tur ATP di Kejuaraan Wimbledon 2017. Sebagai pemain kualifikasi, ia mengalahkan Teymuraz Gabashvili di babak pertama. Ia kalah dari Fabio Fognini dalam empat set di babak berikutnya. Pütz bermain di Piala Davis 2017 untuk pertama kalinya. Ia membantu tim Jerman menang atas Portugal di babak play-off Grup Dunia dengan memenangkan pertandingan ganda bersama Jan-Lennard Struff.
Pada putaran pertama Piala Davis 2018, Pütz dan Struff mengalahkan pasangan Australia John Peers dan Matthew Ebden untuk mengantarkan Jerman menuju kemenangan. Meskipun Pütz dan Struff kembali menang di perempat final Piala Davis melawan petenis Spanyol Feliciano López dan Marc López, tim mereka kalah dengan skor 2–3. Pada Juni 2018, Pütz memenangkan gelar ganda pertamanya di Tur ATP di Stuttgart Terbuka dengan Philipp Petzschner sebagai peserta wildcard.[1] Pada Mei 2019, Pütz memenangkan gelar ganda keduanya bersama Frederik Nielsen di Bavarian International Tennis Championships di München.[2] Pütz mencapai perempat final Grand Slam pertamanya di Prancis Terbuka 2020 bersama Nielsen, di mana mereka kalah dari petenis nomor satu dunia dan unggulan teratas asal Kolombia, Farah/Cabal.
Tim Pütz memenangkan gelar ganda ketiganya di Estoril Terbuka bersama Hugo Nys. Ia mencapai semifinal pertamanya di nomor ganda pada turnamen Masters 1000 di Madrid Terbuka bersama rekan senegaranya Alexander Zverev, tetapi mereka mengundurkan diri dari pertandingan. Kemudian di bulan Mei, Pütz memenangkan gelar ganda keempatnya di Lyon Terbuka, lagi-lagi bersama Nys. Duet Pütz/Nys mencapai perempat final Prancis Terbuka 2021, di mana mereka dikalahkan oleh pasangan Kazakhstan Bublik/Golubev. Pada bulan Juli, bersama Michael Venus, ia memenangkan gelar kelimanya dan gelar pertamanya di turnamen ATP 500 di Hamburg European Open. Ia dan Venus berhasil mencapai semifinal Indian Wells Masters. Ia memenangkan gelar ATP Masters 1000 pertamanya di Paris Masters, lagi-lagi bersama Venus. Sebagai hasilnya, ia mencapai peringkat tertinggi dalam karier ganda baru di No. 17 pada November 2021.
Diunggulkan di urutan keenam, Pütz dan Venus mencapai perempat final ganda putra Australia Terbuka 2022, di mana mereka dikalahkan oleh juara bertahan Thanasi Kokkinakis dan Nick Kyrgios. Pada 21 Maret, ia masuk ke dalam 10 besar untuk pertama kalinya, dengan menduduki peringkat 9 dunia. Setelah penampilan terakhir di Cincinnati Masters bersama Venus, ia mencapai peringkat 7 dunia di peringkat ganda pada 29 Agustus 2022.
Tim Pütz memenangkan turnamen Grand Slam pertamanya di kejuaraan ganda campuran Prancis Terbuka 2023 bersama Miyu Kato.[3] Di turnamen yang sama, ia mencapai perempat final untuk ketiga kalinya di nomor ganda bersama pasangan barunya Kevin Krawietz dengan kemenangan atas Romain Arneodo dan Sam Weissborn, membalas dendam atas kekalahan mereka dari pasangan yang sama di Monte-Carlo Masters 2023 enam minggu sebelumnya. Mereka kalah dari juara bertahan Ivan Dodig dan Austin Krajicek dalam tiga set. Ia mencapai semifinal turnamen besar untuk pertama kalinya di Kejuaraan Wimbledon bersama Krawietz. Mereka memenangkan gelar pertama mereka bersama di Hamburg European Open.
Pada turnamen Australia Terbuka 2024, ia mencapai perempat final untuk kedua kalinya di turnamen ini bersama Krawietz di mana mereka kalah dari finalis Simone Bolelli dan Andrea Vavassori. Pasangan ini juga mencapai semifinal di Indian Wells Masters di mana mereka kalah dari pasangan yang tidak diunggulkan dan akhirnya menjadi juara, Wesley Koolhof/Nikola Mektić, serta di Miami Terbuka di mana mereka kalah dari unggulan kedua, Austin Krajicek/Ivan Dodig. Selanjutnya mereka mencapai perempat final di Monte-Carlo Masters di mana mereka kalah lagi dari pasangan yang tidak diunggulkan, Joran Vliegen dan Sander Gillé. Pada bulan Juli mereka juga memenangkan gelar di kandang sendiri, di turnamen ATP 500Hamburg Terbuka di mana mereka adalah juara bertahan.[4]
Ia mencapai final Grand Slam pertamanya bersama Krawietz di AS Terbuka 2024 dengan mengalahkan unggulan kelima Andrea Vavassori dan Simone Bolelli, unggulan ke-16 Máximo González dan Andrés Molteni serta unggulan keempat Marcelo Arévalo dan Mate Pavić di semifinal.
Dalam debutnya di kompetisi utama di Final ATP bersama Krawietz, yang sebelumnya pernah menjadi pemain cadangan sebanyak dua kali, ia berhasil mencapai semifinal dengan mengalahkan Simone Bolelli dan Andrea Vavassori. Mereka menjadi pasangan Jerman pertama yang mencapai semifinal dan final dalam sejarah Final ATP. Mereka juga menjadi unggulan No. 8 pertama yang mencapai final ganda, yang mereka menangkan dengan set langsung melawan Marcelo Arévalo dan Mate Pavić.[5]