Tihang adalah sebuah desa kecil dengan luas sekitar 25km persegi yang terletak kira-kira 25km sebelah barat daya dari ibu kota kabupatenOgan Komering Ulu, Baturaja.[1]
Secara geografis Tihang terletak di dataran tinggi dengan iklim relatif sejuk. Bentuk wilayahnya berupa dataran tinggi dan perbukitan landai dengan lembah dan dialiri banyak sungai dengan air yang sangat jernih. Pada musim hujan penduduk setempat memanfaatkannya sebagai waktu untuk bercocok tanam yaitu menanam padi di ladang yang merupakan mata-pencarian sebagian besar penduduk. Selain itu ada pula yang memilih untuk berkebun seperti karet, jati atau buah-buahan.
Lubuk Mengkabau di Sungai Tebangka, Desa Tihang
Zaman Belanda, Zaman Japan, sampai awal kemerdekaan pimpinan desa tihang di Jabat oleh Punggawa bernama Cik Agus, kemudian bulan Juni tahun 1932 beliau Cik Agus dikukuhkan sebagai Kerio oleh kresidenan Palembang, setelah merdeka beliau digantikan oleh keponakannya kerio Cik Anang, Kepala Sekolah Rakyat yang pertama di Tihang anak dari sepupu Punggawa Cik Agus bernama Hanafiah, setelah kemerdekaan yang menjadi Kepala Sekolah Dasar pertama adalah anak dari Kerio Cik Agus bernama Nawawi, di Tihang pernah terjadi pertempuran Tentara Indonesia dengan belanda pada agresi Belanda tahun 1945 - 1949 yang menewaskan tentara Indonesia bernama Tukiran beliau dimakamkan di tihang tapi setelah 2 hari makam digali lalu dibawa ke Baturaja untuk dimakamkan secara militer
Perbatasan
Utara
Sosoh buay rayap , ogan komering ulu
Timur
Desa mekar sari
Selatan
Desa lubuk hara
Barat
Desa Negeri sindang
Pendidikan
Sarana pendidikan yang terdapat di desa Tihang adalah