Ibu kota kabupaten in Maluku, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Ibu kota kabupaten in Maluku, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Penduduk asli di kepulauan Maluku, termasuk kabupaten Maluku Barat Daya dan di kelurahan Tiakur adalah suku Tanimbar.[3] Budaya yang kental masih dijalankan oleh suku Tanimbar ialah budaya Duan–Lolat. Budaya ini berhubungan dengan status sosial dari hubungan perkawinan, di mana, dalam budaya Duan–Lolat, perkawinan menjadi dasar dalam menentukan status sosial calon mempelai.[3] Di pulau-pulau terdepan di Kabupaten Maluku Barat Daya, sejumlah sastra tradisional masih hidup dan menyatu bersama kebudayaan lainnya. Beberapa diantaranya seperti sastra tradisi tiarki (tiarti atau tiarka), nyertatat, nyerulor, dan nyerariem.[4]
Dalam bidang keagamaan, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2024 mencatat bahwa masyarakat Tiakur memiliki keberagaman dalam hal keagamaan. Mayoritas warga di Tiakur memeluk agama Kristen yakni 92,65%, di mana Protestan 89,52% dan Katolik 3,13%. Kemudian, sebagian lagi memeluk agama Islam yakni 7,28%, dan Hindu sebanyak 0,07%.[1][2]
Ekonomi
Pada umumnya warga di Tiakur ini bekerja sebagai petani, PNS, anggota TNI dan Polri, pedagang, guru, dan nelayan. Kabupaten Maluku Barat Daya, berbatasan dengan negara tetangga yakni Timor Leste, sehingga beberapa kampung di kabupaten Maluku Barat Daya bahkan melakukan interaksi jual beli di Timor Leste.[4]