The Green Hornet ditayangkan di bioskop Amerika Utara pada 14 Januari 2011 oleh Sony Pictures Releasing. Film ini mendapatkan ulasan yang umumnya beragam dari para kritikus dan meraih pendapatan sebesar $227,8 juta dengan anggaran produksi sebesar $120 juta.
Alur
Britt Reid (Seth Rogen), adalah anak dari James Reid (Tom Wilkinson), seorang penerbit ternama Daily Sentinel, sebuah koran di Los Angeles.Tak disangka ia memiliki kebiasaan buruk yaitu suka menghamburkan uang sang ayah. Setelah ayahnya meninggal karena alergi sengatan lebah, Britt tersadar jika dirinya harus bertanggung jawab atas perusahaan ayahnya. Perilaku Britt tiba-tiba berubah saat James meninggal karena tragedi alergi pada sengatan lebah tersebut. Setelah ayahnya meninggal dunia, Britt justru memecat staf yang biasa membantu ayahnya. Setelah itu, Britt mempekerjakan Kato (Jay Chou), yang tak lain adalah montir mobil ayahnya dulu.[3]
Perkenalannya dengan Kato tersebut yang akhirnya membuat Britt ditakdirkan menjadi seorang pembela kebenaran bernama Green Hornet, yang kemudian membawanya kepada sebuah petualangan. Selain itu, Kato juga pandai membuat senjata ampuh dan canggih, yang digunakan dirinya bersama Green Hornet untuk membela kebenaran. Tugas membasmi kejahatan yang dilakukan Green Hornet dan Kato ini mempertemukan mereka dengan raja dunia kejahatan bernama Benjamin Chudnofsky (Christoph Waltz). Benjamin memiliki rencana untuk menghabisi Green Hornet dan Kato.[4]
Pemeran
Cameron Diaz pada pemutaran perdana film The Green Hornet pada tanggal 3 Desember 2010 di Berlin.
Jay Chou sebagai Kato, seorang mekanik, ahli bela diri yang merupakan pelayan serta mitra Green Hornet.
Cameron Diaz sebagai Lenore Case, sekretaris utama Reid di The Daily Sentinel, dan juga kekasihnya.[5]
Tom Wilkinson sebagai James Reid, ayah Britt yang tegas dan kaya raya, serta penerbit surat kabar yang sukses.
Christoph Waltz sebagai Benjamin Chudnofsky / Bloodnofsky, seorang gangster Rusia yang paranoid. Chudnofsky berencana menggabungkan semua keluarga kriminal di Los Angeles untuk membentuk “super-mafia”.[5]
David Harbour Jaksa Wilayah Frank Scanlon. Dalam film ini, Scanlon adalah sekutu Benjamin Chudnofsky, menyuap pejabat kota untuk meremehkan tingkat kejahatan kota demi membantu kariernya.
Edward James Olmos sebagai Mike Axford, editor pelaksana The Daily Sentinel.
James Franco (uncredited) sebagai Danny "Crystal" Clear, rival dari Chudnofsky.[7]
Masa depan
Sequel yang dibatalkan
Pada Maret 2012 Moritz mengatakan bahwa tidak akan ada sekuel walaupun film ini "menghasilkan hampir $250 juta dan sebenarnya sangat disukai, tetapi kami membuat film tersebut dengan biaya yang terlalu tinggi. Pertama, kami membuatnya di L.A. karena alasan tertentu, dan kedua, kami memutuskan untuk menggunakan 3D—yang menambah biaya sebesar $10 juta. Jika saya membuatnya di negara dengan insentif pajak dan tidak menggunakan 3D, itu akan dianggap sebagai kesuksesan finansial besar bagi studio. Jadi, kami tidak membuat sekuel saat ini".[1].[8]
Reboot
Pada tahun 2016, Paramount dan Chernin Entertainment memperoleh hak film untuk The Green Hornet, dengan rencana untuk membuat adaptasi ulang. Gavin O'Connor ditunjuk sebagai produser dan sutradara, sementara Sean O'Keefe bertindak sebagai penulis skenario.[9] Proyek tersebut tidak terealisasi dan hak filmnya kedaluwarsa.
Pada tahun 2020, Universal dan Amasia Entertainment mengumumkan kerja sama mereka untuk The Green Hornet dan Kato, dan sedang mengembangkan film berdasarkan karakter klasik tersebut. Amasia memenangkan hak waralaba film Green Hornet pada Januari, dengan pendiri Amasia Michael Helfant dan Bradley Gallo bertindak sebagai produser. Helfant adalah eksekutif Hollywood berpengalaman yang pernah menjabat sebagai presiden dan chief operating officer Marvel Studios selama beberapa tahun mulai tahun 2005.[10] Pada tahun 2022, sutradara Leigh Whannell juga terlibat dalam proyek ini, bersama dengan penulis skenario David Koepp.[11]
Catatan
↑Dikenal sebagai Analeigh Tipton; Tipton mengumumkan identitas gender non-biner dan mengganti namanya pada tahun 2021.[6]