The Ferns of Great Britain and Ireland adalah buku yang diterbitkan pada tahun 1855 yang menampilkan 51 pelat cetak alam (nature printing) oleh Henry Bradbury.
Buku ini dirilis pada masa yang disebut sebagai "pteridomania" di Britania.[1] Bersama dengan karya William Grosart Johnstone dan Alexander Croall yang berjudul Nature-Printed British Sea-Weeds (London, 1859–1860), buku ini menampilkan proses cetak alam yang inovatif oleh Bradbury. Penerbit karya ini adalah Bradbury and Evans. Bradbury mematenkan proses tersebut setelah melihat penemuan dari Alois Auer - meskipun identitas penemu aslinya sempat menjadi subjek perdebatan.
Teknik ini sempat populer sesaat, namun tidak bertahan lama dalam dunia percetakan. Bradbury, bersama dengan Auer, meyakini bahwa teknik tersebut merupakan kemajuan besar dalam percetakan. Namun, tanaman dan subjek lain yang dapat dicetak dengan sukses menggunakan cara ini hanya sedikit. Paku-pakuan adalah salah satu dari sedikit tanaman dengan bentuk yang dapat direplikasi, karena bentuk daunnya yang sebagian besar bersifat dua dimensi.
Dalam karya ini, paku-pakuan, yang merupakan tanaman yang sangat cocok untuk proses tersebut, dicetak pada pelat timah lunak. Pelat ini kemudian dilapisi logam secara elektrik (electroplated) untuk menjadi pelat cetak, dan detail daun serta batang diwarnai dengan tangan pada tahap ini. Gambar yang dihasilkan terdiri dari dua warna dan memberikan penggambaran spesies yang sangat mendetail dan realistis.
Stanley Ellis Cushing (2001). "50 Books Plus Two". A Special Collections Report. Boston Athenæum. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-09. Diakses tanggal 2007-10-02. The elegant tracery patterns of ferns were widely admired in Victorian Britain.