Latar belakang
T. Umar Ali, SE lahir di Peukan Bada (Aceh Besar) pada 16 Oktober 1930. Ia merupakan putra dari Almarhum Teuku Ali Basyah, seorang hakim pada Pengadilan Negeri Banda Aceh. Ibunya bernama Tjut Nyak Zainab yang meninggal ketika ia masih muda. Setelah kematian ibunya, ia menjadi dekat dengan neneknya dan ayahnya menikah kembali. Ia mempunyai lima orang saudara seorang wanita dan empat orang laki-laki, yakni: Almh. Cut Nyak Djariah yang merupakan istri dari Alm. Letnan Kolonel TNI (Purn.) Teuku Abdul Hamid Azwar, Alm. Teuku Abdurrachman SH yang bekerja di Kejaksaan Negeri Sumatera Selatan, Alm. Teuku Sofyan yang bekerja di Kejaksaan Negeri Tanjung Priok, Alm. Teuku Asnawi SH yang bekerja di Kejaksaan Negeri Bandung, dan Alm. Teuku Asmi yang bekerja di Pertamina Jakarta.
Pendidikan dan pergaulan
Sebagai seorang keturunanan bangsawan Aceh, Umar Ali dikenal sangat merakyat. Perilakunya bersahabat, kata-katanya akrab, senyumnya memesona, jati dirinya mengagumkan, humornya senantiasa mewarnai suasana sehingga menimbulkan nilai plus dalam pergualannya.
Sesudah menyelesaikan pelajaran di HIS Banda Aceh pada tahun 1942, lalu meneruskan ke Sekolah Menegah Negeri Kutaraja, di kota yang sama. Di dalam kelas, ia telah memiliki jatidiri bahkan bakatnya telah menjadi konfigurasi dan spektrum kehidupan yang menawan. Ia bukan hanya disukai teman-teman, tetapi juga siswa yang disenangi guru-gurunya. Bagaimana akrab di dalam kelas, demikian pula ditengah-tengah masyarakatnya.
Pada tahun 1946, ia melanjutkan ke sekolah lanjutan tingkat atas di Pematang Siantar. Belum sampai satu tahun menuntut ilmu di sekolah ini sudah terhenti karena berada di daerah pendudukan Belanda. Sambil menunggu didirikannya sekolah menengah tingkat atas, Umar Ali menjadi penghubung antara kaum republiken yang sedang berjuang saat itu, di Kota Medan. Kemudian pada tahun 1947 didirikanlah sekolah menegah tingkat atas walau sifatnya masih darurat, dan ia masuk ke sekolah ini sampai tahun 1950, bertepatan dengan resminya sekolah darurat tersebut menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri.
Selanjutnya ia pergi ke Jakarta melanjutkan studi pada Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat Universitas Indonesia. Baru di tingkat II, ia pindah ke Fakultas Ekonomi, dan lulus pada 24 Mei 1956.
Sesuai dengan program dari The Ford Foundation dalam rangka Afiliasi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dengan University of California, Berkeley, Amerika Serikat, Umar Ali mendapat tugas belajar pada Cornell University, Ithaca, New York, Amerika Serikat dengan mengambil Spesialisasi Pembangunan dan Pengkreditan Pedesaan, pada tahun 1957 sampai 1959.[2]
Selain pendidikan formal, ia pun mengikuti beberapa pendidikan informal, di antaranya adalah di Lembaga Pertahanan Nasional angkatan pertama pada tahun 1965. Di samping mengambil kursus bahasa Itali pada Kementerian Luar Negeri RI, ia juga turut serta dalam orientasi yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri RI guna persiapan Atase Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1968.
Keluarga
Teuku Umar Ali, SE menikah pada tanggal 9 Februari 1957. Istrinya adalah seorang putri dari pahlawan nasional, Teuku Nyak Arif.[3] Putri yang dilahirkan pada tanggal 28 November 1934 di Banda Aceh ini bernama Tjut Arifah Nasri. Dari hasil pernikahannya, mereka dianugerahi dua orang putera dan empat orang puteri yang bernama Alm. Teuku Renaldi, Tjut Rifameutia yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi di Universitas Indonesia dan menikah dengan Hadar Nafis Gumay, Tjut Rifiandra yang merupakan menantu dari ekonom Sarbini Sumawinata, Alm. Teuku Refialdi yang merupakan mantan menantu dari Letjen TNI (Purn.) Ir. Azwar Anas Datuak Rajo Sulaiman, Tjut Rifiana, dan Cut Riskafemia.