Tetrapod adalah salah satu jenis struktur dalam bidang teknik pantai yang digunakan untuk mencegah terjadinya erosi akibat cuaca dan arus sejajar pantai. Struktur ini memiliki fungsi utama untuk memperkuat struktur pantai seperti tembok laut dan pemecah gelombang. Tetrapod terbuat dari beton dan menggunakan bentuk tetrahedralnya untuk mendisipasi gaya dari gelombang. Tetrahedron memungkinkan air dari gelombang untuk mengalir di sekelilingnya, alih-alih menahannya. Struktur ini mempertahankan posisinya dengan cara interlocking.[1][2]
Tetrapod telah digunakan di seluruh dunia, terutama Jepang. Diperkirakan bahwa hampir 50 persen garis pantai Jepang (memiliki panjang 35.000 kilometer (22.000mi)) telah dipasangi tetrapod dan bentuk beton lainnya. Pemasangan tetrapod di Pulau Okinawa, tempat wisata populer di Jepang, telah membuat turis kesulitan untuk mencari pantai yang terbuka bebas ke laut, terutama di bagian selatan pulau.[6]
Desain serupa
Tetrapod telah menginspirasi bentuk struktur beton serupa yang digunakan dalam pemecah gelombang, antara lain Kubus Modifikasi (Amerika Serikat, 1959), Stabit (Britania Raya, 1961), Akmon (Belanda, 1962), Dolos (Afrika Selatan, 1963), Stabilopod (Rumania, 1969),[7] Seabee (Australia, 1978), Akropod (Prancis, 1981), Kubus Berongga (Jerman, 1991), A-jack (Amerika Serikat, 1998), dan Xbloc (Belanda, 2001), dan sebagainya. Di Jepang, istilah tetrapod sering kali digunakan sebagai sinonim untuk struktur pemecah gelombang, meskipun bentuk dan jenisnya berbeda.[6]
↑Pierre Danel and Paul Anglès d'Auriac (1963) Improvements in or relating to artificial blocks for building structures exposed to the action of moving water