Terapi kognitif merupakan terapi terstruktur jangka pendek yang menggunakan kerjasama aktif antara pasien dan ahli terapi untuk mencapai tujuan terapetik (Kaplan, 1997).
Manfaat
Selain terbukti mampu menangani gangguan kecemasan dan depresi, terapi kognitif juga efektif dalam menangani:
Mengidentifikasi pemicu yang membuat seseorang mengalami masalah.
Klien mulai berbagi masalah yang dirasakan.
Terapis mengidentifikasi masalah yanng sebenarnya.
Mengubahh cara berfikir negatif menjadi positif.[4]
Hasil dari terapi kognitif
Klien mulai menyadari kesalahan cara berfikirnya selama ini yang ternyata menjadi sumber rasa cemas.
Klien mulai mendapatkan cara agar berani berhadapan dengan masalah dan menyikapinya dengan bijak.
Klien menjadi lebih percaya terhadap diri sendiri.
Klien berani menghadapi ketakutan dann memiliki strategi untuk menghadapinya.
Klien menjadi lebih tenang dan rileks dalam menjalani aktivitas.[4]
Risiko
Klien akan merasa tidak nyaman saat terapi kognitif berlangsung. Biasanya, klien akan menangis, marah, cemas, lelah, dan merasa stress sementara waktu.[4]