Contoh
Amerika Serikat
Partai Libertarian dan Partai Demokrat merupakan dua partai di Amerika Serikat yang sering disebut partai tenda besar karena berbagai latar belakang anggota serta pengurusnya. Salah satu bukti dari hal ini adalah Ron Paul dan Gary Johnson yang pernah mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Libertarian. Meskipun di dalam Partai Republik (partai awal keduanya) keduanya dikenal liberal, tetapi terdapat perbedaan pandangan. Ron Paul dikenal sangat menentang aborsi karena posisi dirinya yang cenderung pro-life (pro kehidupan) sedangkan Gary Johnson dikenal tidak mempermasalahkan aborsi karena dikenal sebagai seorang pro-choice (pro pilihan hidup).
Hal ini juga terlihat pada Partai Demokrat pada era Franklin D. Roosevelt. Pada era tersebut, Partai Demokrat merupakan salah satu partai besar dengan dukungan dari berbagai lapisan kelas terutama masyarakat kelas bawah, buruh, dan petani.
Selain itu, Partai Republik juga dianggap sebagai partai tenda besar pada awalnya karena kebijakan pada era Abraham Lincoln yang ramah terhadap kaum minoritas terutama kulit hitam (Afrika-Amerika).[3] Selain itu, pada era kontemporer (saat ini), Partai Republik dianggap memiliki fase tenda besar karena memiliki banyak tokoh yang mempunyai ideologi politik yang beragam.[4]
Jerman
Di Jerman, Partai CDU merupakan salah satu partai yang sering dianggap sebagai partai tenda besar. Hal ini dibuktikan dengan jalinan koalisi dengan CSU di Bavaria. CSU dan CDU, meskipun memiliki latar belakang yang sama bahkan di dalam parlemen mereka satu fraksi (CDU/CSU), memiliki banyak perbedaan pandangan.
(Lihat di CDU/CSU mengenai sebab ini)
Indonesia
Di Indonesia, PDIP pada era awal (Pemilihan umum 1999) dianggap sebagai salah satu representasi partai tenda besar di Indonesia karena luasnya spektrum politik dan latar belakang kader-kader yang ada pada saat itu.[7] Hal ini dibuktikan dengan masuknya beberapa tokoh politik dari berbagai latar belakang seperti Soetardjo Soerjogoeritno, Sabam Sirait, Abdul Madjid, Aberson Marle Sihaloho, Royani Haminullah (Murba), Sukowaluyo Mintorahardjo (GMKI), Roy B.B. Janis (GMNI), Sophan Sophiaan, Alexander Litaay (GMKI), Haryanto Taslam, Noviantika Nasution, Arifin Panigoro (ITB, Pengusaha Grup Medco), Tjahjo Kumolo (KNPI, eks Golkar),Theo Syafei (eks Pangdam Udayana), Raja Kami Sembiring Meliala (tokoh militer eks Pangdam Cenderawasih), Widjanarko Puspoyo (eks Golkar), Zulfan Lindan (HMI, tokoh Syiah), Permadi, Meliono Soewondo (ITB), dan Heri Akhmadi (ITB, mantan aktivis mahasiswa '78).[7]
Selain itu, Golkar juga sering disebut sebagai partai tenda besar karena beberapa kadernya memiliki berbagai latar belakang yang berbeda.[8] Hal ini terlihat dari beberapa politikus Golkar yang memiliki latar belakang berbeda antara lain Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, Siswono Yudo Husodo, Agung Laksono.