Penemuan ini berawal pada tahun 1880 saat Aeilko Jans Zijker, seorang ahli perkebunan tembakau pada Deli Tobacco Maatschappij, yang baru saja pindah dari Jawa ke Sumatera Timur menemukan sumur minyak bumi di Telaga Tunggal. Saat melakukan inspeksi, ia menemukan lokasi dengan genangan air bercampur minyak bumi. Sampel dari lokasi tersebut kemudian dibawa ke Batavia untuk dianalisis secara kimia. Hasilnya, sampel dari daerah tersebut memiliki kandungan minyak sebesar 59%.[1][2]
Referensi
12BOPD, Ayo Bersinergi untuk Menggapai 1 Juta; berkata, 12 BSCFD | Jurnal Cesar (2017-05-29). "Telaga Tunggal, Sumur Minyak Pertama di Indonesia". Dunia Energi. Diakses tanggal 2022-06-15. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)