Tegalsari adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Tegalsari terletak di selatan Kecamatan Genteng yang merupakan pusat ekonomi Banyuwangi barat. Tegalsari dimekarkan dari Kecamatan Gambiran pada tahun 2004 dan berpusat di Desa Tegalsari.[1] Salah satu kawasan terkenal di Tegalsari adalah Blokagung, sebuah dusun di Desa Karangdoro. Blokagung memiliki institusi pendidikan terkemuka yaitu Pondok Pesantren Darussalam Blokagung yang juga mengelola perguruan tinggi seperti Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung (UIMSYA) dan Politeknik Darussalam Blokagung (POLIDA).[2][3] Lokasi terkenal lainnya di Blokagung di antaranya Pasar Blokagung dan Bendung Karangdoro di Sungai Kalibaru. Bendung tersebut dibangun di zaman Belanda dan berjasa mengairi ribuan hektar sawah di kawasan Banyuwangi selatan.[4]
Geografi
Peta lokasi Kecamatan Tegalsari
Tegalsari adalah kecamatan di kawasan Banyuwangi barat. Wilayahnya berada di selatan Kecamatan Genteng. Geografi Tegalsari berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan dan dilintasi banyak saluran irigasi dan dam seperti Bendung Karangdoro. Tegalsari juga memiliki kawasan hutan jati yang cukup luas di tengah kecamatan dan dikelola oleh Perhutani. Perbatasan Tegalsari di sebelah barat dengan Siliragung dan Glenmore dipisahkan oleh Kali Baru.
Batas wilayah Kecamatan Tegalsari adalah sebagai berikut:[5]
↑Karangmulyo merupakan pemekaran dari Desa Karangdoro pada tahun 1997.[6]
↑Tegalrejo merupakan pemekaran dari Desa Tegalsari, awalnya berstatus desa persiapan pada tahun 1999.[7]
Kebudayaan
Bubak bumi
Makan tumpeng bersama dalam acara Bubak Bumi
Bubak Bumi adalah tradisi rutin para petani Banyuwangi untuk mengawali musim tanam. Bubak bumi ini diikuti warga yang tinggal di 8 kecamatan yang dialiri Sungai Kalibaru yakni Kecamatan Tegalsari, Bangorejo, Pesanggaran, Siliragung, Cluring, Purwoharjo, Muncar, dan Tegaldlimo. Acara Bubak Bumi dipusatkan di Bendung Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Bendung Karangdoro sangat berkontribusi dalam mengairi ribuan hektar sawah di 8 kecamatan tersebut. Dalam sejarahnya, Bendung Karangdoro dibangun pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1921. Namun meski dibangun pemerintah Hindia Belanda, tapi pimpinan proyeknya adalah orang Indonesia asli, Ir Sutedjo. Tradisi Bubak Bumi terdiri dari doa bersama, makan tumpeng bersama, serta prosesi menuangkan dawet ke aliran sungai dengan harapan agar air melimpah.[8]
Tempat terkenal
Pondok Pesantren Blokagung
Pasar Blokagung
Pasar Ngandong
Bendung Karangdoro
Pura Bukit Amerta
Puskesmas Tegalsari
Institusi pendidikan
Pondok Pesantren Darussalam Blokagung - salah satu pondok pesantren terkemuka di Banyuwangi
Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA Blokagung) - merupakan peningkatan status dari Institut Agama Islam Darussalam Blokagung.
Politeknik Darussalam Blokagung (POLIDA) - merupakan peningkatan status dari Akademi Komunitas Darussalam (AKD) Blokagung.[9]
Tokoh terkenal
KH Mukhtar Syafa’at - pendiri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, namanya sekarang diabadikan menjadi universitas di Kecamatan Tegalsari