Mayor Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Dr. Taufik Hidayat, S.H., M.H (lahir 23 Juli 1959) adalah seorang purnawirawan perwira tinggiTNI Angkatan Darat. Ia menjabat sebagai Anggota DPRD Jawa Barat periode 2024 - 2029, setelah sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Jawa Barat dari Partai Gerindra pada periode 2019 - 2024.
Karier militer nya di mulai setelah lulus Akabri 1983 di kecabangan Infanteri, ia banyak bertugas disatuan Kopassus dan Kostrad, termasuk memimpin misi ekspedisi pendakian puncak Himalaya pada tahun 1997. Jabatan strategis yang pernah diembannya meliputi Komandan Batalyon Sandiyudha Kopassus, Komandan Korem 143/Halu Oleo, Hingga Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sulawesi Tenggara. Atas pengabdiannya di bidang militer dan sipil, pada 10 Agustus 2025, ia mendapatkan pangkat kehormatanMayor Jenderal (Kehormatan) dari presiden Prabowo Subianto.
Di bidang akademis, ia meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Pasundan pada tahun 2025 dengan IPK 3,80 dan predikat yudisium Sangat Memuaskan. Dalam disertasinya yang berjudul "Kewenangan TNI dalam menanggulangi Terorisme di Indonesia dalam perspektif hukum progresif", ia mengusulkan solusi hukum progresif terkait pembagian kewenangan antara TNI dan Polri. Ia berargumen bahwa Polri berfokus pada Kamtibmas dan penegakan hukum, sementara TNI harus memiliki landasan undang-undang yang kuat untuk menanggulangi pihak yang mengancam kedaulatan NKRI, termasuk dalam penanganan terorisme.[1]
Karier militer
Taufik lulus dari Akademi Militer (Akabri) pada tahun 1983 dari kecabangan Infanteri.[2] Selama berdinas, ia banyak menghabiskan waktunya di satuan elite Kopassus dan Kostrad. Pada tahun 1997, ia pernah memimpin misi ekspedisi pendakian puncak Himalaya yang membuahkan penganugerahan Satyalancana Wira Karya.
Pada tanggal 10 Agustus 2025, Taufik dianugerahi kenaikan pangkat luar biasa menjadi Mayor Jenderal TNI (Kehormatan) oleh Presiden Prabowo Subianto atas jasanya, terutama dalam Operasi Seroja. Upacara penganugerahan tersebut dilaksanakan di Lapangan Suparlan Pusdiklatpassus Batujajar, Jawa Barat.[3]
Riwayat Kepangkatan
Letnan Dua Infanteri (1983)
Letnan Satu Infanteri (1985)
Kapten Infanteri (1989)
Mayor Infanteri (1994)
Letnan Kolonel Infanteri (1998)
Kolonel Infanteri (2004)
Brigadir Jenderal TNI (2012)
Mayor Jenderal TNI (HOR) (2025)
Riwayat Jabatan Militer
Komandan Peleton 3 Kompi C Yonif Linud 330/Kostrad (1983)
Komandan Peleton Bantuan Kompi C Yonif Linud 305/Kostrad, Karawang (1984–1985)
Kepala Seksi Intelijen Yonif Linud 328/Kostrad, Cilodong (1987)
Komandan Kompi A Yonif Linud 328/Kostrad, Cilodong (1990)
Setelah pensiun dari dinas kemiliteran, Taufik bergabung dengan Partai Gerindra dan menjabat sebagai Wakil Ketua Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR). Pada 19 September 2018, ia dilantik oleh Prabowo Subianto sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat.[5]
Pada Pemilu Legislatif 2019, Taufik terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan menjabat sebagai Ketua DPRD untuk periode 2019–2024.[6] Selama pandemi COVID-19, ia aktif mendesak kolaborasi bersama pengusaha dan *stakeholder* untuk mempercepat penanggulangan wabah di Jawa Barat.[7]
Pada Pemilu Legislatif 2024, ia kembali terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua DPRD Jawa Barat Sementara pada 2 September 2024, berdampingan dengan Iwan Suryawan.[8]
Pendidikan
Pendidikan Formal
SMA Negeri 1 Cikampek (1974–1977)
S1 Sarjana Hukum, Fakultas Hukum Universitas Jakarta (Lulus 2010)
S2 Magister Ilmu Hukum, Universitas Islam Jakarta (Lulus 2013)
S3 Doktor Ilmu Hukum, Universitas Pasundan (Lulus 2025)[9]
Disertasi doktoralnya yang berjudul "Kewenangan TNI dalam Menanggulangi Terorisme di Indonesia dalam Perspektif Hukum Progresif" diselesaikan dengan yudisium Sangat Memuaskan dengan IPK 3,80.[10]