Barongan (bahasa Jawa:ꦧꦫꦺꦴꦔꦤ꧀code: jv is deprecated ; bahasa Bali:ᬩᬭᭀᬗᬦ᭄code: ban is deprecated ) merupakan salah satu jenis kesenian tradisional khas masyarakat Jawa, Sunda, Bali,dan Madura yang berkembang di wilayah Jawa Tengah dan Bali, tetapi sebagian barongan berasal-usul dari daerah Ponorogo di Jawa Timur yang memiliki bentuk Harimau Singa dan Naga.[1] Kesenian ini biasanya juga dilengkapi dengan iringan instrumen gamelan (seperangkat alat musik) yang berirama rancak.[2]
Kesenian Barongan ini telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda khas Indonesia, terutama bagi Barongan khas Kabupaten Kudus[3] maupun daerah Mlangsen di Jawa Tengah.[4]
Kemudian Barongan Ponorogo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 3 Desember 2024. Penetapan ini dilakukan dalam Sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage Sesi ke-19 di Asunción, Paraguay.
Jenis-Jenis Barongan
Barongan Jowo, barongan yang hanya memiliki satu warna saja, biasanya didominasi warna merah atau hitam polos
Barongan Caplokan Reog Dadak Merak di Ponorogo
Barongan Caplokan Reog Thek di Ponorogo
Barongan Gajah-gajahan di Ponorogo
Barongan Kebo-keboan di Ponorogo
Barongan Unto-untoan di Ponorogo
Barongan Pegon di Trenggalek
Barongan Klasikan atau Senterewe di Tulungagung
Barongan Jowoan Tulungagungan di Tulungagung
Barongan Telon di Tulungagung dan Kediri
Barongan Bangsal di Kediri
Barongan Jepaplok Dor di Jombang
Barongan Jepaplok Sentulan di Jombang
Barongan Jepaplok Sandur Manduro di Jombang
Barongan Jowoan cakot di Blitar
Barongan Devil di Blitar
Barongan Macan-macanan Singo Barong di Blitar
Barongan Kidalan di Malang
Barongan Glendo di Batu
Barongan Bantengan di Malang, Batu, Mojokerto
Gumbingan di Malang dan Batu
Barongan Thak-thakan di Tuban
Barongan Kemiren, Kumbo di Banyuwangi
Barongan Macan Lundoyo di Banyuwangi
Barongan Butoan di Banyuwangi
Barongan Singo Ulung di Bondowoso
Barongan Macan-Macanan di Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi dan Madura
Barongan Can-macan Kadhuk di Jember
Barongan Kepruk Jemberan di Jember
Barongan Tha-bhuta'an di Jember
Barongan Cokot di Lumajang
Barongan kudus di Kudus
Barongan Demak di Demak
Barongan Dencong di Jepara
Barongan Gondorio di Grobogan
barongan Batang di Batang
Barongan Blora di Blora
Barongan Kendal di Kendal
Barongan Singo Barong di Wonosobo dan Temanggung
Barongan Ebeg di Jawa Tengah
Barongan Jowoan Jogja di Yogyakarta
Barongan Berokan di Indramayu, Cirebon
Barongan Burokan di Cirebon
Obrog-obrog di Cirebon
Barongan Sekeloa di Jawa barat
Bangbarongan Reak di Jawa barat
Bedawang di Jawa barat
Barong Ket di Bali
Barong Macan di Bali
Barong Asu di Bali
Barong Bangkal di Bali
Barong Bangkung di Bali
Barong Gajah di Bali
Barong Landung di Bali
Barong Ondel-ondel di Jakarta
Hudoq di Kalimantan
Seiring perkembangan jaman, kesenian Barongan kini bukan hanya saja berfungsi sebagai sebuah ritual namun juga bermanfaat sebagai salah satu hiburan rakyat. Sarat dengan spiritualitas yang kental, masyarakat etnis Jawa dan Bali selalu memulai pertunjukan barongan dengan melakukan ritual permohonan perlindungan, seorang pawang biasanya bertugas untuk dengan membacakan rapalan doa (mantra) dalam ajaran agama Kejawen dan Gama Tirta agar Barongan terhindar dari segala halangan selama proses pertunjukan maupun seusai pertunjukan.