Tari Melayu adalah kelompok tari tradisional yang berkembang dalam kebudayaan masyarakat Melayu di kawasan Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Tari Melayu umumnya ditampilkan sebagai sarana hiburan, upacara adat, penyambutan tamu, hingga media dakwah Islam.[1] Ciri khas tari ini terletak pada gerakannya yang lemah lembut, ritmis, dan diiringi musik tradisional Melayu seperti gambus, rebana, marwas, dan biola.[2]
Ciri khas
Tari Melayu memiliki beberapa ciri utama, antara lain:
Gerakan yang halus, sopan, dan mengutamakan keharmonisan.
Menggunakan irama musik Melayu seperti zapin, joget, ghazal, dan mak inang.
Busana penari sopan berupa pakaian adat khas Melayu seperti baju kurung dan teluk belanga.
Mengandung nilai adat, kesopanan, dan kebersamaan masyarakat Melayu.[3]
Gerak tari Melayu juga dibedakan berdasarkan peran penari. Penari perempuan biasanya menampilkan gerakan lembut dan gemulai, sedangkan penari laki-laki lebih menonjolkan gerak tegas dan gagah.[4]
Jenis
Berikut beberapa jenis tari Melayu yang dikenal di Indonesia dan kawasan rumpun Melayu[5]: