Pabrik tank Lima (1982–Sekarang) Pabrik tank Detroit Arsenal (1984–1996)
Biayaproduksi
M1A1: US$4.3 Juta pada tahun 1989 (US$11.2 Juta pada tahun 2025, atau Rp187.9 Miliar)
Diproduksi
1979–Sekarang
Jumlahproduksi
10.400
Spesifikasi
Berat
M1: 54 ton (60 ton pendek)[1] M1A1: 57,2t (63,1 ton pendek)[1] M1A1 SA: 61,3t (67,6 ton pendek) M1A2 SEPv2: 64,6t (71,2 ton pendek) M1A2 SEPv3: 66,8t (73,6 ton pendek)[2]
479,24 km (300 mil) Jarak tempuh M1: 501,24 km (313 mi), M1A1: 523,24 km (327 mi), M1A2: 545,24 km (341 mi) Dengan sistem NBC: 567.24 km (355 mil)
Kecepatan
Jalan raya: 72 km/h (45 mph) Mancamarga: 52.8 km/h (33 mph)
M1 Abrams adalah sebuah tank tempur utama generasi ketiga yang diproduksi oleh Amerika Serikat. Namanya berasal dari Jenderal Creighton Abrams, yang bertugas sebagai Kepala Staf dan Komandan Angkatan Perang Amerika Serikat selama Perang Vietnam dari tahun 1968 hingga tahun 1972. M1 awalnya dipersenjatai oleh sebuah meriam 105 mmM68, tetapi pada varian selanjutnya digantikan oleh meriam 120 mmM256. Berbeda dengan tank pada umumnya, M1 ditenagai oleh sebuah mesin turbin gas. Mesin ini membuat M1 mengeluarkan suara yang lebih sunyi dibandingkan tank bertenaga diesel pada umumnya.[3][4] Beratnya yang mencapai 67 ton menjadikan M1 sebagai salah satu dari tank terberat yang masih digunakan.[2]
M1 dikembangkan selama Perang Dingin sebagai pengganti tank MBT-70 yang dibatalkan. Kontrak M1 diberikan kepada Chrysler Defense. Penggunaanya selama Perang Teluk (Operasi Desert Shield dan Desert Storm) memberikan awak-awak M1 bidikan pencitra termal, komputer balistik canggih, dan perlindungan terhadap ancaman NBC (Nuklir, Biologis dan Kimia). Ini menjadikan M1 saat Perang Teluk jauh lebih unggul dari tank-tank Irak.
12"ASAALT Weapon Systems Handbook 2018"(PDF). Office of the Assistant Secretary of the Army (Acquisition, Logistics and Technology). Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 19 October 2018. Diakses tanggal 19 Oktober 2018.