Luas wilayah Desa Tanjungsari hanya ± 92,4 hektare atau kurang dari 1km². Wilayah Desa Tanjungsari berpusat di tanah OG (Ondeerneming Ground) eks Pabrik Gula Prambonan pada zaman Kolonial Hindia Belanda, yang kemudian dikenal sebagai Pabrik Manisrenggo. Wilayah Desa Tanjungsari dipetakan untuk pertama kali pada tahun 1917, dan tidak mengalami perubahan batas wilayah hingga saat ini. Letak geografisnya adalah di 110°29’25″ – 110°29’56″ BT dan 7°41’46″ – 7°42’23″ LS dengan ketinggian ± 270 mdpl.
Desa Tanjungsari hanya terdiri dari 1 Dusun dengan 14 Dukuh dan 1 Perumahan Tanjungsari Indah. Dukuh-dukuh tersebut adalah Lopentung, Tiyasan, Sanggrahan, Glonggongan, Gledegan, Cabakan, Harjondani, Tanjunganom, Manisrenggo, Sedayu, Ngebasan, Randukeling, Kampungbaru, dan Bendosari. Secara administratif, Desa Tanjungsari terbagi dalam 8 RW dan 21 RT.
Pemerintahan
Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa sesuai Perdes Tanjungsari Nomor 2 Tahun 2018 memakai pola minimal. Terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, 2 (dua) Kepala Urusan, 2 (dua) Kepala Seksi dan 1 (satu) Kepala Dusun.
Kegiatan Musyawarah Desa Tahun 2018 di Desa Tanjungsari
Berikut ini adalah nama-nama Kepala Desa yang pernah dan sedang memimpin Desa Tanjungsari:
Parto Hoetomo (1918-1947), berasal dari Dukuh Cabakan
Parto Atmodjo (1947-1965), berasal dari Dukuh Cabakan
Sastro Dihardjo (1966-1971), berasal dari Dukuh Sedayu
Hani Soegondo (1971-1987), berasal dari Dukuh Ngebasan, yang kemudian tinggal di Dukuh Tanjunganom
Gunarto (1988-1998), berasal dari Dukuh Manisrenggo
Walyono (1999-2013), berasal dari Dukuh Gledegan
Sutrisno (2013-sekarang), berasal dari Dukuh Gledegan
Pendidikan
Kegiatan Persami di salah satu sekolah dasar di Desa Tanjungsari
Di Desa Tanjungsari terdapat beberapa lembaga pendidikan seperti: