Tanda kehormatan dan medali Malaysia merupakan serangkaian penghargaan atas jasa seorang Warga Negara Malaysia maupun orang asing yang memberikan manfaat cukup besar bagi bangsa atau negara Malaysia yang pemberiannya dianugerahkan oleh Yang di-Pertuan Agong. Penghargaan-penghargaan ini dibentuk setelah pembentukan Malaysia dan umumnya mengikuti model penghargaan dari pendahulunya, Britania Raya. Sistem penghargaan ini sebenarnya telah ada sebelum Federasi Malaya terbentuk, yaitu pada saat pendudukan Britania yang pada saat itu pemberiannya tunduk pada sistem tanda kehormatan di Britania Raya. Johor menjadi negara bagian Malaysia pertama yang mendirikan sistem tanda kehormatannya sendiri, yaitu pada tanggal 31 Juli 1886.[1] Setelahnya, negara-negara bagian Malaysia lainnya baru melakukan hal yang sama.
Sistem penghargaan di Malaysia sendiri terbagi menjadi dua tingkatan, yaitu Tanda Kehormatan Persekutuan (Federal) dan Tanda Kehormatan Negeri (Negara Bagian).
Tanda kehormatan federal
Tanda kehormatan persekutuan (federal) adalah tanda kehormatan sebagai penghargaan atas jasa-jasa seorang warga sipil, polisi, maupun militer yang luar biasa untuk negara. Tanda kehormatan ini dianugerahkan oleh Yang di-Pertuan Agong.[2][3][4][5][6][7]
Keterangan: Warna hijau muda menandakan tanda kehormatan yang tidak terbuka untuk penganugerahan umum * Melekat pada nama penerima. Contohnya P. Ramlee yang telah menerima beberapa tanda kehormatan namanya akan menjadi Tan Sri Datuk Amar P. Ramlee P.M.N., D.A.(P), A.M.N.
Setiap negara bagian Malaysia memiliki sistem tanda kehormatannya masing-masing. Tiap negara bagian memiliki kriteria dan bentuk tanda kehormatan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Selain itu, wilayah persekutuan juga memiliki tanda kehormatan yang dianugerahkan oleh Yang di-Pertuan Agong. Negara bagian yang pertama kali mendirikan tanda kehormatan adalah Johor pada tahun 1886 oleh Sultan Abu Bakar.[1] Setelah pembentukan tanda kehormatan federal Malaysia yang pertama pada tahun 1963, negara-negara bagian lain mulai membentuk tanda kehormatan mereka sendiri. Hal ini disebabkan oleh pemerintah federal menolak usulan agar tanda kehormatan federal dapat juga dianugerahkan oleh para kepala negara bagian. Akhirnya, sebuah kesepakatan dicapai dengan penetapanan urutan tata tempat untuk tanda kehormatan federal dan tanda kehormatan negara bagian Malaysia.
12"Darjah Kebesaran". Kemahkotaan DYMM Sultan Ibrahim, Sultan Johor (dalam bahasa Melayu). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-28. Diakses tanggal 27 Juli 2021.