Tanah Sareal adalah satu-satunya kecamatan di Kota Bogor di mana ada beberapa kelurahan yang menggunakan Bahasa Betawi Ora dengan jumlah penutur yang lebih dominan dibandingkan dengan Bahasa Sunda. Tanah Sareal adalah kawasan urban dan banyak pendatang sehingga kondisi linguistiknya ikut berubah.
Beberapa kelurahan di Kecamatan Tanah Sareal lebih dominan menggunakan Bahasa Betawi diantaranya:
Kelurahan Cibadak
Kelurahan Kayumanis
Kelurahan Kencana
Kelurahan Mekarwangi
Kelurahan Sukadamai
Kelurahan Sukaresmi
Sedangkan penggunaan Bahasa Sunda lebih dominan di beberapa kelurahan berikut:
Kelurahan Tanah Sareal
Kelurahan Kebon Pedes
Kelurahan Kedung Waringin
Kelurahan Kedung Badak
Kelurahan Kedung Jaya
Sejarah
Pembentukan Kecamatan Tanahsareal
Pada awal terbentuk, kecamatan masih di bawah kecamatan Bogor Utara.[2] PP No. 44 tahun 1992 membentuk Kecamatan Tanahsareal dari Kecamatan Bogor Utara. Kelurahan Tanahsareal, Kelurahan Kebonpedes, dan Kelurahan Sempur dimekarkan ke dalam kecamatan baru, Kecamatan Tanahsareal, dengan ibu kota kecamatan di Kelurahan Tanahsareal.[3]
Kemudian, PP No. 5 tahun 1995 mengatur perubahan batas dan perluasan wilayah Kota Bogor dengan memasukan wilayah Kabupaten Bogor. Sementara itu, Kelurahan Sempur masuk ke dalam Kecamatan Bogor Tengah. Adapun desa yang dipisahkan dari Kabupaten Bogor dan masuk ke dalam wilayah Kecamatan Tanahsareal adalah:
Dari Kecamatan Kedunghalang (sekarang dimekarkan menjadi Kecamatan Sukaraja):