Taman Doa Santa Perawan Maria di Fatima Ngrawoh atau yang disebut juga sebagai Taman Doa Ngrawoh adalah sebuah taman doa yang berada di Desa Pilangsari, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Taman Doa ini merupakan bagian dari Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen.[1]
Sejarah
Taman Doa Ngrawoh merupakan salah satu destinasi wisata rohani Katolik di Kabupaten Sragen yang mulai berdiri sejak tahun 2017. Terletak sekitar 12 kilometer dari pusat kota, taman doa ini memiliki luas sekitar 1,4 hektare. Cikal bakal keberadaan taman doa ini bermula pada tahun 1967, ketika Lingkungan Ngrawoh terbentuk dan pemerintah desa setempat menyerahkan sebidang tanah untuk pembangunan tempat ibadah.[1]
Pada tahun 1967 tersebut, terbentuk komunitas awal sebanyak 126 umat dari 35 keluarga. Pemerintah desa kemudian memberikan lahan seluas kurang lebih 7.500 meter persegi untuk pendirian kapel atau gereja. Pada tahun 1975, pemerintah desa juga memberikan dana sebesar Rp75.000.000,- untuk pembangunan Kapel Ngrawoh, yang kemudian diberkati oleh R.D. St. Suhartono pada tanggal 21 Juni 1976.
Gagasan untuk membangun tempat ziarah di lokasi ini mulai muncul pada tahun 2010. Setahun kemudian, dibentuklah panitia pembangunan tahap pertama, yang ditandai dengan pemberkatan peletakan batu pertama oleh Uskup Agung Semarang, Johannes Pujasumarta. Taman doa ini menjalani empat tahap proses pembangunan.
Tahap pertama (2011–2014) mencakup pembangunan Kapel Adorasi, tempat devosi, dan elemen taman pendukung. Selanjutnya, tahap kedua dimulai pada tahun 2015 dengan konsentrasi pekerjaan pada penataan lahan, galian, tanah urug, pasang, dan plester beton. Tahap ketiga dimulai tahun 2016 dengan fokus kerja pada ruang persiapan transit, KapelSanta Maria dan Santo Yosef, Makam Yesus, MCK, dan ruangan lainya.
Tahap akhir adalah tahap keempat yang dimulai pada tahun 2017. Beberapa pekerjaan pada tahap ini antara lain halaman parkir, kolam pertobatan, gerbang Alfa dan Omega, taman, dan finishing. Taman doa ini mampu menarik wisatawan dan menciptakan lapangan kerja seperti pedagang di pasar sekitar.[2]
Deskripsi
Untuk memasuki taman doa ini, pengunjung harus meniti beberapa anak tangga dengan medan berkelok. Dari sini, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menuju kolam pertobatan sebelum tiba di taman tempat patung Bunda Maria berdiri. Untuk menjangkau lokasi doa di hadapan Bunda Maria, pengunjung terlebih dulu harus melewati jalan melingkar tak berujung mengelilingi taman. Tak jauh dari taman doa, terdapat Kapel Adorasi yang memiliki kubah berwarna kuning keemasan.[3]
Makna 'Ngrawoh'
Menurut Mgr. Johannes Pujasumarta, Ngrawoh bisa dikaitkan dengan 'Ngarah (menuju) Uwoh (buah, dalam hal ini buah iman)'
“Ngarah uwoh yaitu bahasa kiasan untuk meyakinkan umat supaya berduyun-duyun berdoa hingga mengarah ke satu titik atau mengarah ke buah. Buahnya apa di sana. Setiap orang kan masing-masing, bisa kesaksian-kesaksian, misalkan sakit bisa sembuh, keinginan mendaftar bisa lulus, atau yang lain,”[1]
Konsep
Awalnya, taman doa ini dirancang dengan konsep gua Maria. Namun, konsep tersebut dianggap kurang sesuai dengan identitas Paroki Sragen yang mengusung nama Santa Maria Fatima, yang dikenal melalui penampakannya di atas pohon kepada tiga anak gembala di Fátima. Oleh karena itu, konsep gua diubah menjadi gua makam Yesus, dan taman ini dikembangkan sebagai sebuah taman doa.[1]
Konsep baru taman doa ini ingin menggambarkan perjalanan iman melalui pertobatan jiwa dan roh secara menyeluruh, sebagai jalan menuju pengampunan Allah melalui Yesus Kristus. Visualisasi perjalanan ini diwujudkan dalam tiga bagian utama. Bagian pertama merepresentasikan perjuangan dalam mengikuti Yesus di dunia, yang ditampilkan melalui beberapa bangunan, seperti Kapel Santa Maria dan Santo Yusuf sebagai lambang keluarga-Nya, tempat penangkapan-Nya di Taman Getsemani, serta Jalan Salib yang menceritakan kisah sengsara-Nya.
Bagian kedua mengisahkan peziarahan iman umat, baik yang hidup maupun yang telah wafat, bersama Bunda Maria. Bagian ini mencakup Kolam Pertobatan, Lingkaran Tak Berujung Bunda Maria, dan Salib Millenium yang melambangkan perjalanan waktu yang terus berjalan. Adapun pada bagian ketiga menampilkan persatuan umat dengan Yesus melalui Kapel Adorasi Santo Aloysius Gonzaga, sebuah bangunan panjang dengan lebar seragam, berorientasi ke empat arah, dan memiliki 12 gerbang yang tersebar di keempat sisi.[1]
Misa
Misa di taman doa ini cukup sering diadakan. seperti misa mingguan ataupun bulanan, serta misa devosi tahunan. Misa perayaan seperti selama Minggu Paskah dan Perayaan Natal juga kadang diadakan di lokasi ini.
Misa bulanan yang dilaksanakan di lokasi ini adalah Misa 13-an, yakni misa yang diadakan untuk mengenang perintah Sang Bunda untuk berkumpul setiap tanggal 13 setiap bulan. Biasanya, dilanjutkan dengan Adorasi Sakramen Mahakudus, diadakan pukul 18.00 dan adorasi hingga pukul 24.00 sesuai jadwal.
Misa devosi tahunan, yakni Misa Novena, diadakan sebanyak 9 kali setiap tahun, yakni setiap minggu pertama pada bulan yang dipilih. Diadakan pukul 10.00 sesuai jadwal.