Taman adalah salah satu dari 3 kecamatan di Kota Madiun. Taman merupakan kecamatan paling selatan dengan penduduk terbanyak dan terpadat di Kota Madiun. Taman juga memiliki kelurahan dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu Manisrejo dengan sekitar 15 ribu jiwa, sekaligus penduduk paling sedikit yaitu Kuncen dengan penduduk 1,4 ribu jiwa pada tahun 2024. Taman merupakan pintu masuk ke Kota Madiun dari arah Ponorogo. Jalur tersebut dari selatan bertemu dengan Persimpangan Te'an dan terpisah menjadi dua jalan raya, ke kiri melewati Jl. Soekarno Hatta menuju alun-alun sedangkan ke kanan menuju Jl. Mayjen Panjaitan.[1]
Taman memiliki beberapa situs sejarah penting seperti Masjid Kuncen dan Masjid Besar Kuno Taman yang menjadi bukti jejak awal penyebaran Islam di Madiun. Masjid Kuncen adalah masjid tradisional di Kelurahan Kuncen yang didirikan oleh Bupati Pertama Madiun yaitu Pangeran Timur pada abad ke-16. Di sekitar masjid ini terdapat makam para Bupati Madiun yang terdahulu.[2][3] Sedangkan Masjid Kuno Taman didirikan di Kelurahan Taman oleh Kiai Donopuro pada tahun 1754 pada masa Kesultanan Yogyakarta. Di dekat masjid tersebut terdapat makam Bupati Ronggo Prawirodirjo I beserta keturunannya.[4]
Geografi
Peta administrasi Kota Madiun
Taman adalah kecamatan paling selatan dari Kota Madiun. Berbeda dari kecamatan lain, Taman cenderung memiliki lahan sawah yang lebih sedikit sehingga membuatnya menjadi kecamatan dengan penduduk terbanyak dan terpadat di Kota Madiun. Taman berbatasan dengan Kabupaten Madiun di sebelah timur dan selatan. Taman juga berbatasan dengan Kali Madiun di ujung barat, tepatnya di Kelurahan Josenan. Di sungai tersebut terdapat jalur penghubung kecil yaitu Jembatan Ngebrak yang menghubung Kota Madiun dengan Kecamatan Takeran di Magetan. Sedangkan di bagian selatan yang berbatasan dengan Kecamatan Geger di Kabupaten Madiun dipisahkan oleh Kali Catur.
Batas wilayah Kecamatan Taman adalah sebagai berikut:[1]
Pada masa awal kemerdekaan, wilayah Kota Madiun belum seluas sekarang. Oleh karena itu, pemerintah pusat melalui UU No. 24 tahun 1958 memperluas wilayah Kota Madiun dengan mengambil desa-desa dari Kabupaten Madiun. Salah satu desa yang masuk ke kota pada tahun tersebut adalah Desa Mojorejo, Banjarejo, Demangan, Josenan, dan Kuncen (kelima desa ini nantinya menjadi bagian dari Kecamatan Taman).[5] Kota Madiun kembali mengalami perluasan pada tahun 1982, salah satunya dengan memasukkan Desa Manisrejo dari Kecamatan Wungu. Pada tahun yang sama, Kota Madiun yang saat itu hanya terdiri dari 1 kecamatan (Kecamatan Kota Madiun) dipecah menjadi tiga. Salah satunya Kecamatan Taman yang mencakup 9 desa/kelurahan.[6]