Menurut sesepuh desa Tajurbuntu, dulunya desa
Tajurbuntu bernama “ajir buntu” kata ajir berarti patok atau ciri ditengah desa
dan buntu yang berarti menunggu tiga tempat, tempat tersebut antara lain Dukuh, Larangan, Hantap. Orang yang pertama diperintahkan untuk membangun desa sekaligus menyebarkan syari'at Agama Islam di Tajurbuntu yaitu
Kyai Dasuki yang berasal dari Banten Kulon. Namun setelah membangun desa
Tajurbuntu Ia pergi. Penerus Kyai Dasuki untuk membangun desa Tajurbuntu
adalah bapak buyut Demang Banjar Wekasan yang berasal dari Mandala, dan
istrinya bernama Mariyam dari desa Randobawa.
Gedung sarana pendidikan pertama di desa Tajurbuntu bernama BanjarWinaya yang ditempati oleh Banjar Wekasan. Selain itu ada juga saran ibadah pertama di desa tajurbuntu yaitu yang sekarang menjadi warung klontong berdampingan dengan posisi mesjid yang sekarang, dan juga pohon LOA yang merupakan pohon tertua di desa
Tajurbuntu yang sekarang keberadaannya sudah tiada.
Di desa Tajurbuntu ada juga berbagai candi. Candi pertama
terdapat di hulu dayeuh (tempat bersemayamnya jenajah pangeran Purba Nyisese
dan istrinya Nyi Sita Aganda). Candi kedua terdapat di peujeh (tempat
bersemayamnya Pangeran Sahrun dan Ibu
Geden Pancawati). Candi ketiga (makam dari Pangeran Banten Buyut Jampang).
Candi keempat terdapat di keramat (makam Pangeran Surya Dilaga). Candi kelima (Kikeden
Jaya Panghalang).
Profil Daerah
Batas Wilayah
Batas wilayah kelurahan Tajurbuntu
Di sebelah utara berbatasan dengan desa Rajawetan .
Di sebelah selatan berbatasan dengan desa Randobawa ilir .
Di sebelah barat berbatasan dengan desa Mandirancan .
Di sebelah timur berbatasan dengan desa Pancalang .
Geografis
Kelurahan Tajurbuntu dipengaruhi oleh iklim tropis dan angin muson, dengan temperatur bulanan berkisar antara 18°C - 32°C serta curah hujan berkisar antara 2.000mm - 3.000mm per tahun. Pergantian musim terjadi antara bulan November - Mei adalah musim hujan dan antara bulan Juni - Oktober adalah musim kemarau.
Ekonomi
Orang-orang Tajurbuntu dikenal sebagai petani yang ulet. Selain itu, banyak juga yang merantau baik di jakarta maupun di luar Jawa.
Pertanian
Hampir seluruh masyarakat Tajurbuntu adalah petani, selain menanam padi mereka juga menanam tanaman lainnya seperti palawija, ketela pohon, ubi jalar dan lain sebagainya.
Perkebunan
Hasil perkebunan yang biasanya dibudidayakan kebanyakan dari jenis buah-buahan seperti: pisang, mangga, rambutan dan juga melinjo.
Demografi
Penduduk kelurahan Tajurbuntu berjumlah 1.814 Jiwa.
Pendidikan
Sekolah dasar yang ada di kelurahan Tajurbuntu antara lain: