Tahawa dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Tahawa penda atau kuno (skt. abad ke 16 atau lebih tua - hancur pada tahun 2014) & Tahawa hunjun atau modern (1990 - Sekarang)
Sejarah
Tidak diketahui bagaimana asal-usul desa Tahawa. Tetapi, beberapa orang berikut diperkirakan sebagai pemicu nya
Tidak diketahui detail asli Bahar, yang pasti, Bahar adalah tokoh asli yang muncul dalam nisan nisan, cerita rakyat, Epos lokal dan menjadi nama famili atau moyang yang muncul dalam nama orang orang kuno di Tahawa, contoh:
1.Seloeng Bahar (1747 - 6 Februari 1847) yang terdapat pada kuburan tua di Tahawa Modern, tokoh ini sangat unik, karena ia beragama Kristen, padahal pada masa kehidupan-nya, agama kristen belum masuk ke Kalimantan atau hanya ada di pesisir laut
2.Rahamah Bahar ( Unknown, Meninggal skt 1976)
3.Tjuhanness Bahar (1818 - 20 November 1965)
4. Anut T. Bahar ( 28 Maret atau Juni 1934 - 3 Juni 1937)
4.Yakub Tua, ejaan lama; Bue Yakœb, Pä Jakœb, atau Jãkkœb Bakas (Sblm 1800 atau lebih tua)
Kehancuran Tahawa Kuno
Desa Tahawa Kuno dulunya berada di pinggir sungai Kahayan dan berhadapan dengan kampung Pendahaur bagian Kuno,Lalu pada tahun 1980-1990 an, warga warga yang berada di desa Tahawa dan Pendahaur bagian penda atau kuno mulai pindah ke atas (di atas maksudnya berada di pinggir jalan raya dan berada di dataran tinggi), saat jalan raya sudah dibangun. Dan sekarang tidak ada lagi penduduk yang tinggal di Tahawa maupun Pendahaur bagian kuno karena semua orang sudah berpindah ke atas dan menjadi Tahawa & Pendahaur bagian hujun atau modern.
Desa Tahawa kuno hancur dikarenakan pertambangan emas yang sangat masif dan merusak, serta air sungai yang sangat kotor akibat pertambangan illegal dan limbah industri.
Hal ini juga menyebabkan hal hal arkeologis kuno di Tahawa seperti betang kuno, Sandung, sapundu, kuburan, Batu ber inskripsi, gerabah,logam, koin, nekara, manik manik, emas, perhiasan, dll menjadi lenyap,hilang, & hancur akibat pertambangan yang masif dan aktivitas industri sejak zaman Orde Baru serta pelestarian lingkungan yang sangat minim.