Tabuk (bahasa Arab:تبوكcode: ar is deprecated ) juga disebut sebagai Tabouk adalah ibu kota provinsi Tabuk, Arab Saudi bagian barat laut. Pada sensus tahun 2010, kota ini memiliki jumlah penduduk sebesar 534.893 jiwa. Tabuk dekat dengan perbatasan Yordania-Arab Saudi, kota ini merupakan pangkalan angkatan udara terbesar di Arab Saudi.[1]
Sejarah
Ptolemy menyebutkan sebuah tempat dengan nama 'Tabawa', di sudut barat laut Arabia. Nama ini mungkin merujuk pada 'Tabuka' atau 'Tabuk'. Jika ini benar, kota itu mungkin setua zaman Ptolemeus. Penyair Arab pra-Islam, seperti Antra dan Nabiqa, menyebut gunung disekitar tabuk sebagai 'Hasmi' dalam puisinya.[butuh rujukan]
Tabuk mulai dikenal karena Ekspedisi Tabuk pada tahun 630 M, pada masa Nabi Muhammad. Sejak itu, itu Tabuk menjadi pintu gerbang Arab bagian Utara. Kota ini juga dikunjungi oleh sejumlah pelancong Eropa seperti Doughty pada tahun 1877 dan Huber pada tahun 1884.[2]
Tabuk direbut oleh pasukan Arab pada tahun 1918, 3 minggu setelah Inggris merebut Damaskus.[3]
Tabuk menjadi pusat aktivitas militer selama Perang Teluk 1991 karena kota tersebut menghadapi ancaman dari serangan udara Irak[butuh rujukan].
Demografi
Pada tahun 1950, Tabuk berpenduduk 12.000 jiwa, pada tahun 2022 meningkat menjadi 667.000.[4]
Pendidikan
Universitas yaitu:
Universitas Tabuk
Universitas Fahad bin Sultan
Sekolah swasta meliputi:
Sekolah Internasional Inggris
Sekolah Internasional India
Sekolah Internasional Pakistan
Sekolah Internasional Filipina
Sekolah Model Raja Abdulaziz
Sekolah Internasional Tabuk
Sekolah Internasional Bangladesh
Galeri
Masjid Pangeran Sultan bin Abdul Aziz di Tabuk pada malam hari.
Stasiun kereta api Tabuk, berada di jalur kereta api yang pernah beroperasi antara Madinah dan Damaskus.