DE:Dronabinol: Anlage III, Δ9-THC: II, other isomers and their stereochemical variants: I.(Does not apply to THC as part of cannabis, which is regulated separately, see Cannabis (drug))
Tetrahidrokanabinol adalah kanabinoid utama dari ganja yang hanya dihasilkan tumbuhan Cannabis.[8] Tetrahidrokanabinol tidak mengandung satu atom nitrogen (N) seperti zat-zat yang dikandung tanaman lainnya. Sebagai perbandingan, berikut ini adalah rumus-rumus kimia dari kandungan aktif tanaman-tanaman yang sangat familiar dalam kehidupan kita:
Teanina = C7 H14 N2 O3 (kandungan aktif dalam tanaman teh)
Kafein = C8 H10 N4 O2 (kandungan aktif dalam tanaman kopi)
Kokain = C17 H21 NO4 (kandungan aktif dalam tanaman koka)
Teobromin = C7 H8 N4 O2 (kandungan aktif dalam tanaman kakao)
Seluruh zat di atas tercatat sebagai zat yang memengaruhi cara kerja syaraf pusat manusia. Keunikan ganja ini agak menyimpang dari zat-zat aktif tanaman di seluruh dunia. Nitrogen merupakan atom penyusun utama (70%) atmosfer bumi. Karena itu wajar jika dari ribuan tanaman berkhasiat obat dan yang mampu memengaruhi cara kerja syaraf pusat hampir seluruhnya mengadopsi atom nitrogen sebagai salah satu kandungan senyawa aktifnya, tetapi tidak pada ganja. Oleh karena itu, ganja bukanlah alkaloid.
Khasiat
Tetrahidrokanabinol memiliki efek positif untuk kesehatan bagi kaum tua. Namun, berbanding terbalik bagi kaum muda.[9]
Efek
Berikut ini efek yang ditimbulkan oleh zat ini:[10]
Menimbulkan denyut jantung atau nadi lebih cepat, mulut dan tenggorokan kering, merasa lebih santai, banyak bicara dan bergembira.
Sulit mengingat sesuatu kejadian.
Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan koordinasi.
Gangguan kebiasaan tidur, sensitif dan gelisah, berkeringat, berfantasi, dan selera makan bertambah.
Penggunaan Medis
THC, yang dalam konteks farmasi disebut dronabinol, disetujui di Amerika Serikat dalam bentuk kapsul atau larutan untuk meringankan mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi, serta anoreksia yang disebabkan oleh HIV/AIDS.[11]
THC merupakan bahan aktif dalam nabiksimol, ekstrak khusus ganja, yang disetujui sebagai obat herbal di Inggris pada tahun 2010 sebagai semprotan mulut untuk penderita multiple sclerosis guna meringankan nyeri neuropatik, spastisitas, kandung kemih overaktif, dan gejala lainnya.[12] Nabiksimol (sebagai Sativex) tersedia sebagai obat resep di Kanada. Pada tahun 2021, nabiksimol disetujui untuk penggunaan medis di Ukraina.[13]
THC adalah senyawa ganja paling umum yang dikenal dengan efek psikoaktif yang kuat.[14] Penggunaan kronis THC dapat menyebabkan sindrom hiperemesis kanabinoid (CHS), suatu kondisi yang ditandai dengan mual siklik, muntah, dan nyeri perut yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah penghentian penggunaan.[15]
Dosis mematikan rata-rata THC pada manusia belum sepenuhnya diketahui karena data yang bertentangan. Dalam studi tahun 1972, anjing dan monyet diberikan hingga 90mg/kg THC tanpa efek kematian. Beberapa tikus mati dalam waktu 72 jam setelah dosis hingga 36mg/kg.[16] Dalam buletin informasi yang diterbitkan oleh Badan Pengendalian Narkotika AS pada tahun 2020, dinyatakan bahwa “tidak ada kasus kematian akibat overdosis ganja yang tercatat.”[17]
Studi formal tentang interaksi obat dengan THC belum dilakukan dan terbatas. Ditemukan bahwa waktu paruh pentobarbital barbiturat bertambah 4 jam ketika dikonsumsi bersamaan dengan THC secara oral.
Referensi
↑Marlowe, Douglas B (December 2010). "The Facts On Marijuana". NADCP. Based upon several nationwide epidemiological studies, marijuana's dependence liability has been reliably determined to be 8 to 10 percent.
↑"Archived copy"(PDF). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2014-05-13. Diakses tanggal 2014-03-14. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
↑The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain (30 November 2006). "Cannabis". Dalam Sean C. Sweetman (ed.). Martindale: The Complete Drug Reference: Single User (Edisi 35th). Pharmaceutical Press. ISBN978-0-85369-703-9.[halamandibutuhkan]
↑"Tetrahydrocannabinol – Compound Summary". National Center for Biotechnology Information. PubChem. Diakses tanggal 12 January 2014. Dronabinol has a large apparent volume of distribution, approximately 10 L/kg, because of its lipid solubility. The plasma protein binding of dronabinol and its metabolites is approximately 97%.
↑Gaoni, Y.; Mechoulam, R. (April 1964). "Isolation, Structure, and Partial Synthesis of an Active Constituent of Hashish". Journal of the American Chemical Society. 86 (8): 1646–1647. doi:10.1021/ja01062a046.
↑Adams, Roger; Cain, C. K.; McPhee, W. D.; Wearn, R. B. (August 1941). "Structure of Cannabidiol. XII. Isomerization to Tetrahydrocannabinols". Journal of the American Chemical Society. 63 (8): 2209–2213. doi:10.1021/ja01853a052.