Goldsmiths College, University of London, MA in Screen Documentary. (under the British Chevening Scholarship), Sarjana Psikologi, Universitas Indonesia.
Swastika Nohara S.Psi, M.A. adalah seorang penulis skenario film, serial, dokumenter, iklan, dan berbagai karya audio visual lainnya asal Indonesia. Karya-karyanya sering kali menggambarkan kegelisahan sosial dan budaya di Indonesia.
Pendidikan
Swastika meraih gelar sarjana dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Setelah itu, ia memulai karier sebagai reporter dan penyiar berita di sebuah stasiun televisi swasta, tempat ia mulai terlibat dalam pembuatan serial dokumenter yang hingga kini masih ditayangkan di beberapa stasiun televisi.
Dengan beasiswa penuh dari British Chevening Scholarship, Swastika melanjutkan studi S2 di Goldsmiths, University of London. Selama di London, ia mengikuti kelas-kelas penulisan skenario film dan mulai menulis skenario film Indonesia. Swastika juga sering mengikuti master class tentang produksi film dan penulisan skenario dari para sineas kelas dunia, untuk kemudia ia terapkan dalam karya-karyanya.
Karier
Swastika telah menulis sejumlah skenario film terkenal, termasuk "Sampai Nanti, Hanna!", "Tiga Srikandi", dan "Cahaya Dari Timur Beta Maluku". Ia juga menulis plot untuk serial "Santri Pilihan Bunda", season 1 dan 2, ditayangkan di Vidio. Film terbarunya adalah Seribu Bayang Purnama (2025) dimana ia berperan sebagai penulis skenario dan co-director. Film ini mengungkapkan kegelisahannya tentang nasib petani kecil di Indonesia dan sebuah gerakan untuk mengubah nasib serta menjaga bumi melalui metode tani alami warisan leluhur bangsa Indonesia. Film ini tayang dan berkompetisi di JAFF20 (Jogja-Netpac Asian Film Festival) tahun 2025, serta mendapat sambutan hangat dari penontonnya.
Swastika telah meraih dua Piala Maya dalam kategori Skenario Terpilih pada tahun 2013 dan 2014, melalui skenario film yang ditulisnya. Ia juga menjadi nominasi untuk skenario terbaik di Festival Film Indonesia 2014 melalui film "Cahaya Dari Timur Beta Maluku", yang dinobatkan sebagai film terbaik pada Festival Film Indonesia 2014. Film ini juga diterima secara luas dalam berbagai festival internasional.
Kontribusi dalam Pendidikan
Selama sepuluh tahun terakhir, Swastika aktif mengajar kelas penulisan skenario di BINUS Film. Ia juga menjadi mentor dalam berbagai workshop penulisan dan pembuatan film pendek di 38 provinsi di Indonesia. Melalui workshop ini, ia berbagi pengalaman dan pengetahuan, memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.